Pertanyaan tersebut wajar muncul moms, pasalnya beberapa orang di sekitar kita pun mengalami alergi setelah menyantap rekan lobster ini. Meski kandungan gizi udang kaya akan manfaat, yuk kita cari tahu lebih dalam apakah si kecil siap untuk mengkonsumsinya.

Kandungan Gizi Udang

Sebelum moms cari tahu lebih dalam, kita kenalan dulu dengan detail kandungan dari udang. Dalam 100 gram udang, ada berbagai kandungan zat gizi. USDA (United State Department of Agriculture) mengungkapkan jika kandungan gizi dalam udang terdiri dari:

  • Air 74,33 g
  • Energi 99 kkal
  • Protein 23,98 g
  • Total lipid (lemak) 0,28 g
  • Karbohidrat 0,2 g
  • Kalsium 70 mg
  • Besi 0,51 mg
  • Magnesium 39 mg
  • Fosfor 237 mg
  • Kalium 259 mg
  • Sodium 111 mg
  • Seng 1,64 mg
  • Asam lemak total jenuh 0,06 g
  • Kandungan asam lemak total tak jenuh tunggal 0,05 g 
  • Asam lemak total tak jenuh ganda 0,08 g
  • Kolesterol 189 mg
baca juga

Manfaat udang sebagai MPASI bagi si kecil

Mencegah penyakit kardiovaskular
Asam lemak omega 3 banyak dikandung oleh udang, dan ini bisa menghilangkan kolesterol jahat yang tersebar dalam aliran darah. Selain itu pada udang fermentasi mengandung enzim fibrinolitik yang bisa digunakan bagi terapi trombolitik (cara mencegah gumbapalan darah yang berbahaya). 

Secara ekfektif enzim ini bisa melawan berbagai penyakit berbahaya karidovaskular. Di sisi lain, udang pun menjadi asupan yang baik bagi si kecil untuk mencegah penyakit jantung sejak dini.

Mencegah rambut rontok
Dalam udang terdapat salah satu mineral yang cukup dominan, yaitu seng. Seng sendiri dipercaya bisa mencegah rambut rontok. Pasalnya ia mampu mempertahankan dan mencipatakan sel-sel baru, termasuk sel rambut dan kulit.

Meningkatkan kecerdasan
Ada beberapa zat dalam undang yang mampu meningkatkan kecerdasan otak si kecil loh moms. Satu di antaranya yaitu zat besi. Ia merupakan mineral utama dalam proses ikatan dengan oksigen dalam hemoglobin. Sehingga tambahan zat besi dalam sistem bisa meningkatkan aliran oksigen ke otot, otak, dan memberikan kekutan serta daya tahan tubuh.

Ada juga yodium. Ia bisa meningkatkan hormon tiroid yang juga penting bagi si kecil karena dibutuhkan untuk perkembangan masa otak selama bayi dan kehamilan. Sehingga kemampuan pemahaman, memori, dan konsentrasi si kecil nantinya akan meningkat.

Terakhir astaxanthin, yang ditemukan dalam udang. Ia dapat membantu meningkatkan kinerja memori, kelangsungan hidup sel-sel otak, dan mengurangi risiko penyakit radang otak.

Manfaat udang sebagai MPASI bagi si kecil

Waktu yang tepat memberikan udang pada si kecil

Walau kaya akan zat positif bagi si kecil, terutama udang dan kerang bisa menyebabkan alergi. Terlebih ketika keluarga moms memiliki riwayat alergi pada makanan laut.

Ada beberapa orang tua yang memberikan udang, kerang dan lobster saat usia si kecil mencapai 12 bulan. Alasannya pada usia itu sistem kekebalan tubuhnya sudah berkembang, dan itu bisa mengurangi resiko alergi.

Kebanyakan dokter pun merekomendasikan jika bayi dibiasakan dahulu untuk memakan buah, sayuran, daging ayam, sapi, secara bertahap sebelum mengkonsumsi santapan laut.

Ada pula dokter yang mengizinkan bayi usia 9 bulan makan udang. Namun masih ada perbedaan pendapat, moms bisa mendiskusikannya dengan dokter anak. Moms juga harus menceritakan riwayat alergi udang di keluarga jika ada.

baca juga

Gejala alergi udang pada bayi

Jika moms baru mencoba memberikan udang pada si kecil, perhatikan dengan seksama apakah ada gejala alergi yang muncul. Biasanya mucul dalam kurun waktu beberapa menit hingga satu jam setelah mengkonsumsinya. Beberapa gejala tersebut ialah:

  • Gatal-gatal atau eksim (dermatitis atopik)
  • Pembengkakan pada bibir, wajah, lidah dan tenggorokan, atau bagian tubuh lainnya
  • Hidung tersumbat atau sulit bernapas
  • Nyeri perut, diare, mual atau muntah
  • Pusing
Gejala alergi udang pada bayi

Dari beberapa gejala di atas ada yang menyebabkan reaksi yang berpotensi mengancam jiwa yang dikenal dengan anafilaksis. Kondisi darurat ini biasanya membutuhkan perawatan dengan suntikan epinefrin. Kondisi tersebut terjadi jika:

  • Tenggorokan yang bengkak atau benjolan di tenggorokan berupa penyempitan jalan napas yang membuat si kecil sulit bernapas. 
  • Syok, ditandai dengan penurunan tekanan darah yang parah.
  • Pusing hingga kehilangan kesadaran.