Tomat ceri adalah varietas tomat merah yang kecil dan bulat, menyerupai buah ceri. Tomat ini biasanya dikonsumsi langsung untuk camilan atau salad. Awalnya tomat ceri dikembangkan di Yunani pada tahun 1875. Tomat dengan rasa relatif lebih manis dibanding tomat besar ini memiliki kulit tipis dan kandungan airnya tinggi, sehingga mudah pecah dan berair. Walau begitu tomat ceri tetap menjadi salah satu jenis tanaman yang paling banyak ditanam karena mudah tumbuh dan bisa dipanen dalam waktu yang singkat. 

Budidaya Tomat Ceri Hidroponik, Intip Caranya untuk Pemula Deh, Moms!

Cara Menanam Tomat Ceri Hidroponik

Budidaya tomat ceri dengan teknik hidroponik fertigasi yang dapat Moms terapkan, bila ingin secara hidroponik. Sistem fertigasi adalah teknik aplikasi unsur hara melalui sistem irigasi, jadi lebih hemat pupuk dan panen lebih berlimpah.

Cara menanam tomat ceri hidroponik dapat ditentukan dengan pemilihan lokasi dulu, tomat ceri biasa tumbuh pada ketinggian 600—1.500 mdpl. Suhu yang terbaik untuk budidaya tomat ceri berkisar 17—26 derajat Celcius. Sebelum mulai menanam pilih benih tomat ceri yang benar-benar baik.

Untuk proses penyemaian dan menanamnya juga menjadi perhatian khusus ya Moms. Dalam penyemaian, tinggal letakan benih tomat ceri pada wadah yang digunakan untuk penyemaian atau biasa disebut adalah tray (nampan). Tray diisi dengan media tanam rock wool yang berbentuk seperti sabut kelapa, untuk mempercepat pertumbuhan bibit.

Langkah selanjutnya menyiapkan media tanam hidroponik. Tahapannya siapkan media tanam berupa arang sekam, kemudian siapkan polibag berukuran diameter 30 cm. Selanjutnya, masukkan media tanam kedalam polibag, isi hingga penuh. Kemudian buat instalasi fertigasi, dengan menempatkan jalur pipa pada bagian kanan polibag kemudian disambungkan dengan jalur pipa. Atur pompa untuk mengalirkan larutan nutrisi setiap 2 jam sekali di siang hari dan kemudian matikan total saat malam.

Budidaya Tomat Ceri Hidroponik, Intip Caranya untuk Pemula Deh, Moms!

Dalam budidaya tomat ceri perawatan juga harus diperhatikan. Yang utama Moms harus memastikan agar tanaman tidak terserang penyakit, air haruslah tercukupi, pengecekan dari serangga hama. Selain itu, pengambil daun yang sudah tua, pemupukan, dan juga irigasi yang baik harus diperhatikan. Lakukan penyiraman 1-2 kali sehari untuk memastikan tanaman mendapatkan pasokan air yang cukup.

Untuk masa panen, Moms bisa dapatka pada usia bibit antara 2-3 bulan. Setelah itu, panen pada budidaya tomat ceri bisa dilakukan 2 kali sehari selama 5—6 bulan sampai tanaman tidak berbuah lagi.

Budidaya tanaman memang selalu menarik untuk dilakukan ya Moms. Budidaya tomat ceri secara hidroponik sangatlah praktis serta hukan hanya bisa mempercantik taman tapi juga jadi peluang usaha yang menghasilkan pundi-pundi rupiah. Jadi jangan ragu mencoba ya Moms!