Tantangan berpuasa di Korea Selatan

Melihat data dari Pew Research Centre, sebanyak 46% penduduk Korea Selatan memang memilih untuk tidak beragama, dan angka ini bertambah setiap tahunnya. Dari data sensus tahun 2010, agama yang memiliki pengikut terbesar di Korea Selatan adalah Kristen, menyusul Budha, Hindu, Yahudi, Islam, dan agama-agama lain.

Melihat data ini, kira-kira seperti apa ya rasanya menjalankan ibadah puasa Ramadhan di Korea Selatan dan bagaimana tantangannya?

Mengintip Ramadhan di Korea Selatan, Dari Tantangan Hingga Tradisi Khasnya
source: https://www.instagram.com/xolovelyayana
  • Waktu puasa yang lebih lama

Menjalani ibadah puasa Ramadhan di Korea Selatan biasanya akan memakan waktu yang lebih panjang dibanding di Indonesia, sama seperti halnya moms menjalani puasa di negara-negara Eropa atau Amerika. Ini karena saat ini di Korea Selatan sedang mengalami musim panas sehingga biasanya waktu siang jauh lebih lama dibandingkan waktu malam.

Jika dihitung waktu Subuh di sana sekitar pukul 03.20 sedangkan waktu Maghrib pukul 19.50. Maka ibadah puasa yang harus dijalani sekitar 16 hingga 17 jam. Jauh lebih lama dibanding waktu puasa di Indonesia.

  • Udara yang panas

Belakangan bulan Ramadhan sering jatuh di saat musim panas. Sementara suhu musim musim panas di negara-negara yang memiliki 4 musim seperti Korea Selatan berkisar antara 25 hingga 38 derajat celcius. Dengan kondisi yang super panas dan waktu puasa yang lebih panjang para muslim di sana dianjurkan untuk menyiapkan energi dengan banyak minum selama waktu buka dan sahur supaya tidak mudah dehidrasi.

  • Minim pengetahuan tentang muslim

Orang Korea Selatan cenderung mencintai budayanya sendiri sehingga minim wawasan tentang muslim. Hal ini menyebabkan para muslim kurang leluasa bila menjalani ibadah. Contohnya ibadah shalat, tidak banyak tempat khusus yang disediakan untuk shalat sehingga bagi para pelajar muslim harus shalat di ruangan kelas.

Banyak toilet yang tidak menyediakan keran air sehingga agak sulit ketika membersihkan hadas besar atau berwudhu. Mereka juga kerap kali bertanya soal “mengapa muslim jadi teroris? mengapa harus menahan lapar? mengapa harus pakai hijab?” hingga alasan larangan untuk minum Soju (minuman keras khas Korea).

Mengintip Ramadhan di Korea Selatan, Dari Tantangan Hingga Tradisi Khasnya
source: https://www.his-travel.co.id

Tradisi Ramadhan di Korea Selatan

Meski muslim adalah penduduk minoritas di Korea Selatan tetapi bukan berarti menjalani ibadah puasa Ramadhan di sana jadi sendu ya. Biasanya malah bulan ini digunakan sebagai ajang berkumpulnya umat muslim Korea. Mereka kerap kali mengadakan acara buka puasa bersama, kajian agama, dan acara-acara keagamaan lainnya.

KMF (Korean Muslim Federation) juga memiliki tradisi rutin di bulan Ramadhan yaitu mengadakan sebuah perlombaan MTQ yang diselenggarakan di Masjid Central Seoul setiap hari Jumat. Tujuan kegiatan ini adalah sebagai sarana silaturahmi antar umat muslim yang ada di Korea.

baca juga
Mengintip Ramadhan di Korea Selatan, Dari Tantangan Hingga Tradisi Khasnya
source: https://www.dmagazine.com

Berburu makanan halal

Salah satu kegalauan saat akan melakukan ibadah puasa Ramadhan di Korsel adalah sedikitnya ketersediaan makanan halal. Memang umumnya hampir semua makanan di sana mengandung babi, namun kalau moms mau mencari ternyata banyak kok restoran yang menyediakan makanan halal.

Makanan halal yang paling mudah ditemukan di sana adalah Kebab Turki karena komunitas Turki memang menyediakan khusus makanan halal. Ada juga Asia Mart yang menyediakan produk-produk makanan halal. Pilihan lain untuk berburu makanan halal bisa pergi ke Itaewon-dong yang banyak dihuni komunitas muslim sehingga menyediakan berbagai makanan halal.