Curhat Masalah Rumah Tangga Pada Teman
Mengungkapkan perasaan dan emosi merupakan sebuah kebutuhan dasar manusia sebagai makhluk sosial. Kebutuhan untuk didengar memang harus dipenuhi untuk mendapatkan hati dan pikiran lebih tenang. Itulah sebabnya, curhat menjadi cara paling mudah di mana seseorang dapat mencurahkan segala isi hati dan pikiran atas sebuah masalah ke pada orang yang ia percaya, salah satunya adalah teman.
Namun, curhat pada teman tidak lagi sama jika Mommy sudah menikah. Pasalnya, ada banyak batasan yang harus dijaga, khususnya untuk aib suami dan aib rumah tangga secara umum.
Batasan Curhat Urusan Rumah Tangga Dalam Islam
Dalam agama sendiri diatur bagaimana seseorang saat ingin melakukan konsultasi rumah tangga. Curhat dalam hal ini harus ditujukan sebagai upaya konsultasi pencarian solusi, bukan sebagai cara media untuk bergosip atau menjelek-jelekkan seseorang. Jika dalam permasalahan rumah tangga, Mommy tentu tidak boleh membuka aib dari pasangan. Hal ini penting sebab tiap pasangan diwajibkan untuk menjaga harga diri dari pasangannya masing-masing. Ini berlaku pada istri maupun suami.
Waspadai Teman yang Berkhianat
Jika Mommy tidak memiliki batasan dalam bercerita urusan rumah tangga, ini berisiko pada kebiasaan menceritakan masalah pada banyak orang. Tentu Mommy perlu lebih waspada jika terbiasa menceritakan urusan rumah tangga pada orang. Pasalnya, mungkin ada satu atau dua orang diantara teman-temanmu yang ternyata kerap menjadikan ceritamu sebagai bahan gosip dan obrolan. Akibatnya, nama baik menjadi rusak dan masalah tidak akan pernah selesai.
Pastikan Untuk Tidak Curhat dengan Lawan Jenis
Pastikan Tidak Curhat Saat Emosi Memuncak
Menceritakan sebuah masalah saat emosi memuncak akan membuat Mommy tidak dapat mengontrol diri dalam bicara. Mommy bisa saja mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas atau yang lebih parah menceritakan banyak hal buruk tentang internal keluarga.
Selain itu, curhat saat emosi sedang tidak stabil akan membuat Mommy kesulitan menerima masukan dan saran. Alhasil, curhat hanya akan menjadi sia-sia. Jadi, niatkan curhat masalah rumah tangga ke teman sebagai cara mencari solusi dan saran, bukan pembelaan atau pembenaran yang malah memperburuk suasana.