Kekerasan pada anak itu ada banyak macamnya Moms, misalnya kekerasan fisik seperti memukul, mencubit, dan juga kekerasan verbal, seperti memarahi anak dengan tutur kata yang kasar, meskipun berasal dari ibu kandung sendiri atau anggota keluarga yang lainnya. Tindakan-tindakan tersebut saat ini sudah ada pasalnya secara hukum. Jadi, bagi pelakukanya bisa dikenai hukuman, lho.
 
Selain berbagai bentuk kekerasan tadi, yang paling mencemaskan para orang tua adalah tingginya angka kekerasan seksual. Mirisnya, hal itu bisa saja terjadi pada anak-anak, tanpa batasan usia. Ngeri ya Moms?!  
 
Anak-anak korban kekerasan seksual harus dilayani dan didampingi secara psikologis, serta secara aktif untuk memberikan penanganan agar tidak mengalami trauma yang berat. Sebab, dampak-dampak psikologis yang akan diterima oleh anak bila mengalami kekerasan sangat mengkhawatirkan.

Cegah Pelecehan Seksual Pada Anak, Ajarkan Mana yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan

Namun, semua itu bisa dihindari atau diminimalisir dengan memberikan edukasi pada anak melalui kebiasaan sehari hari. Berikut beberapa perilaku yang harus diajarkan pada anak sedini mungkin.
 

Mengajarkan pada anak mengenai bagian tubuh pribadi 
Moms, beritahu anak tentang anggota tubuh mana saja yang tidak boleh diperlihatkan atau disentuh orang lain, contohnya mulut, dada, bokong, dan kelamin. Mereka juga harus tahu mana laki-laki dan perempuan. Orang tua bisa memberikan pesan positif bagaimana memahami tubuh, kombinasikan pula dengan pesan-pesan menjaga kesehatan.
 
Memberi pemahaman siapa saja yang boleh menyentuh si anak 
Anak usia 6 -7 tahun mulai membangun pondasi pemahamannya. Moms harus menjelaskan mengenai anggota keluarganya itu siapa saja, orang lain itu siapa saja. Orang lain tidak boleh melakukan sentuhan pada diri anak.
 
Jangan membiarkan orang lain membantu anak mengganti pakaian, mandi, kecuali pada orang yang terpercaya. Usahakan yang membantu anak melakukan itu semua hanya moms dan dads saja. Dokter dan petugas medis juga boleh menyentuh hanya sebatas untuk tujuan pengobatan saja.
 
Keperluan pribadi tidak boleh dilakukan di depan umum 
Anak harus tahu bahwa membuka pakaian tidak boleh di sembarangan tempat, meskipun sebatas kaos atau celana. Beritahu mengenai tempat yang seharusnya mereka gunakan untuk berganti pakaian, seperti kamar dan toilet. Buang air kecil di sembarang tempat juga tidak boleh Moms, apalagi di tempat umum. Meskipun masih usia kecil, namun kebiasaan sederhana ini dapat membentuk pola fikir anak yang akan diingatnya hingga dewasa.

Cegah Pelecehan Seksual Pada Anak, Ajarkan Mana yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan

Saat di rumah, jangan sampai anak melihat aktivitas seksual orangtuanya 

Jangan dibiasakan membuka pakaian di depan anak-anak, karena anak-anak bisa mencontohnya. Urusan pribadi orang tua jangan sampai ditiru oleh anaknya. Kadang ada Moms yang mandi sekaligus memandikan anaknya agar menghemat waktu. Namun ini harus dihindari agar anak paham bahwa memperlihatkan bagian tubuh itu tidak boleh.
 
Konsepkan bahwa anak-anak harus memakai pakaian yang tertutup dan bisa menjaga badannya
Beberapa kasus pelecehan seksual terhadap anak dilakukan oleh orang-orang terdekat mereka sendiri, misalnya tetangga, paman, saudara. Maka dari itu, memberikan pakaian-pakaian sopan dan tertutup dapat mencegah agar anak terhindar dari perbuatan buruk pelecehan seksual.
 
Menjadi sahabat bagi anak 
Agar anak mau bercerita dan terbuka pada orang tua, Moms harus memposisikan diri sebagai sahabat. Ajak anak berbicara hal-hal yang ringan mengenai aktivitas-aktivitasnya. Jika anak tampak murung dan berbeda dari biasanya, Moms harus mencari tahu penyebabnya. Jika telah mengalami pelecehan seksual, segera ambil tindakan agar anak tidak trauma.
 
Ajarkan anak cara menolak jika ada orang yang hendak menyentuhnya
Ajarkan anak tentang tindakan yang harus mereka lalulkan ketika ada orang lain yang hendak menyentuh bagian tubuh pribadi mereka. Bisa jadi, ada orang yang bermaksud melakukan pelecehan seksual. Selalu damping dan jangan tinggalkan anak seorang diri.

 
Nah moms, edukasi kepada anak-anak sejak dini sangat penting agar menghindarkan si anak dari kekerasan seksual. Tidak ada ruginya menjaga perilaku diri sendiri karena kita tak pernah tahu siapa dan kapan kejahatan itu akan terjadi.