Zakat Fitrah

Zakat fitrah adalah salah satu dari beberapa jenis zakat yang wajib untuk ditunaikan seorang muslim. Pasalnya, menunaikan zakat masuk dalam lima rukun Islam yang harus dijalankan oleh semua muslim yang merdeka, berakal sehat, dan mampu secara finansial. Pembayaran zakat fitrah sendiri dilakukan sejak terbenamnya matahari di malam hari raya Idul Fitri dan batas waktu terakhir adalah sebelum melaksanakan shalat Idul Fitri keesokan harinya.

Moms, Yuk Belajar Cara Menghitung Zakat Fitrah dengan Beras Ataupun Uang!
source: https://steemitimages.com/

Nah, zakat fitrah sendiri juga dapat disalurkan dengan dua cara, yaitu dengan memberikan uang tunai ataupun menyalurkan beras (bahan pokok makanan). Berikut ini adalah penghitungan untuk pembayaran zakat dengan uang dan beras yang wajib diketahui:

Rumus Menghitung Zakat Fitrah Beras

Moms, Yuk Belajar Cara Menghitung Zakat Fitrah dengan Beras Ataupun Uang!
source: https://www.pegipegi.com/

Kewajiban untuk zakat fitrah beras per orang adalah 3,5 liter atau dari hitungan per kilogramnya adalah 2,5 kg. Jumlah tersebut kemudian dikalikan dengan jumlah anggota keluarga dalam satu keluarga. Misal, jika dalam satu keluarga terdapat ibu, ayah, dan dua orang anak, jadi jumlah zakat fitrah beras yang harus diberikan adalah (3,5 liter x 4) yaitu 14 liter atau (2,5 kg x 4) 10 kg.

baca juga

Rumus Menghitung Zakat Fitrah Uang

Moms, Yuk Belajar Cara Menghitung Zakat Fitrah dengan Beras Ataupun Uang!
source: http://jambiupdate.co/

Jika Mommy berpikir untuk membayarkan zakat dengan uang tunai, Mommy dapat mengkonversi jumlah berat beras tersebut dengan harga beras saat ini. Misal, jika harga beras per liter adalah 14 ribu per liter, untuk 1 keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak adalah (14 liter x Rp14.000) Rp196.000.

Bolehkah Membayar Zakat Lebih?

Moms, Yuk Belajar Cara Menghitung Zakat Fitrah dengan Beras Ataupun Uang!
source: https://www.kiblat.net/

Rumus penghitungan zakat fitrah tersebut sebenarnya adalah batas kewajiban minimal dari seorang muslim dalam membayar zakat. Namun, jika seorang muslim ingin melebihkan zakat yang diberikan, hukumnya adalah boleh. Hal ini dapat dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian dari kesalahan penghitungan zakat. Kalaupun lebih, kelebihan tersebut akan masuk dalam kategori sedekah.