Tanda-tanda Stres Pada Anak

Anak-anak mungkin paham bahwa mereka sedang mengalami tekanan, kecemasan, ataupun stres. Pasalnya, diri mereka sendiri masih tidak memiliki kedewasaan untuk menjelaskan masalah-masalah yang mereka alami atau rasakan. Sayangnya, stres dan kecemasan pada anak yang tidak disadari ini dapat memunculkan berbagai tanda fisik dan perilaku. Sebagai orangtua ada baiknya Mommy memahami lebih lanjut apakah yang terjadi pada si kecil merupakan gejala kecemasan atau masalah kesehatan.

Nah, berikut ini adalah beberapa tanda umum stres dan kecemasan pada anak, diantaranya:

Kenali Tanda-tanda Stres Pada Anak, Bagaimana Cara Mengatasinya?
source: https://www.njfamily.com/

Tanda Perilaku 

  • Anak sulit untuk berkonsentrasi
  • Perubahan perilaku, seperti murung, emosional, dan sensitif
  • Anak menjadi semakin penakut (takut gelap, sendirian, atau orang asing)
  • Kerap tampak gugup, seperti menggigit kuku
  • Mengasingkan diri dari keluarga atau teman
  • Mogok pergi ke sekolah
  • Bermasalah di sekolah
  • Menyimpan barang-barang yang tampaknya tidak penting
Kenali Tanda-tanda Stres Pada Anak, Bagaimana Cara Mengatasinya?
source: https://debblum.com/
baca juga

Tanda Fisik

  • Nafsu makan menurun atau meningkat secara drastis
  • Keluhan sakit perut atau sakit kepala yang terus menerus
  • Mengompol saat ia sudah tidak seharusnya mengompol
  • Sulit tidur atau selalu mengalami mimpi buruk
Kenali Tanda-tanda Stres Pada Anak, Bagaimana Cara Mengatasinya?
source: https://www.thetot.com/

Menghadapi Stres dan Kecemasan Anak

Kenali Tanda-tanda Stres Pada Anak, Bagaimana Cara Mengatasinya?
source: https://www.maginationpressfamily.org/

Pahamilah bahwa kecemasan atau stres pada anak adalah masalah yang umum dihadapi oleh anak-anak saat ini. Namun, hal ini tentu akan sangat sulit diidentifikasi jika terjadi pada anak-anak dengan usia yang masih sangat kecil di mana mereka tidak dapat sepenuhnya memahami atau menjelaskan perasaan mereka sendiri.

Berbeda jika stres dan tekanan terjadi pada anak-anak yang lebih besar di mana mereka dapat memahami apa yang mengganggu mereka, meskipun itu tidak menjadi jaminan bahwa mereka akan mengungkapkan dan mencurahkan perasaannya pada orangtua. Itu sebabnya penting bagi orangtua untuk menyadari perubahan dalam perilaku anak agar dapat dengan sigap dalam menangkap masalah sebelum memberikan dampak lebih jauh pada si kecil.