Batuk mungkin merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dianggap sepele, tak terkecuali pada anak. Pada dasarnya batuk memang bukan merupakan masalah kesehatan yang berat. Batuk pada anak adalah bentuk mekanisme tubuh untuk membersihkan saluran napas dari benda-benda asing seperti lendir, debu, atau benda lain yang tidak sengaja masuk dan menghalangi saluran pernapasan. Meskipun begitu, jangan sepelekan kondisi anak yang sedang batuk moms. Batuk pada anak bisa menjadi indikator kondisi kesehatan yang berbeda-beda.

Bisa Jadi Tanda Penyakit Berbahaya, Ketahui 6 Jenis Batuk Pada Anak Ini, Moms

Batuk Karena Virus Influenza

Batuk jenis ini adalah yang paling sering dialami oleh anak. Saat mengalami batuk karena influenza biasanya anak akan mengalami batuk kering atau berdahak yang disertai dengan radang tenggorokan. Saat anak mengalami influenza moms cukup melakukan perawatan di rumah seperti membuat uap alami untuk melegakan pernapasan anak dan memberikan lebih banyak asupan cairan seperti susu, ASI, atau sup. Batuk jenis ini biasanya reda dalam 1-2 minggu. 

Batuk Karena Virus Influenza
baca juga

Batuk Karena Tersedak

Saat anak mengalami batuk karena tersedak moms harus sesegera mungkin memberikan pertolongan. Tersedak adalah suatu reaksi karena masuknya benda asing dalam saluran napas anak, jika tidak segera ditolong anak bisa kesulitan bernapas hingga alami kematian. Batuk jenis ini terjadi secara tiba-tiba, anak akan terbatuk keras disertai suara seperti tercekik. Tersedak biasanya disebabkan oleh makanan keras berukuran besar seperti kacang atau anak tertelan mainan berukuran kecil seperti potongan puzzle.

Batuk Karena Tersedak

Batuk Mengi

Batuk mengi akan berbunyi seperti gonggongan dan intensitasnya sering kali bertambah saat tengah malam. Batuk mengi terjadi karena pembengkakan saluran napas yang disebabkan oleh virus. Batuk ini kerap dialami anak di bawah usia 5 tahun dan biasanya berlangsung selama 3-5 hari, ketika batuk mengi berlangsung lebih lama sebaiknya moms segera hubungi dokter.  

Batuk Mengi
baca juga

Batuk Rejan atau Pertusis

Batuk rejan disebabkan oleh bakteri Bodetella Pertussis, moms perlu sangat waspada akan batuk ini, karena jika menyerang anak di bawah usia 3 bulan batuk ini bisa bersifat mematikan. Karena itu, untuk menghindari batuk yang sangat mudah menular ini pemerintah mewajibkan bayi dari umur 1 bulan untuk mendapatkan imunisasi DPT (difteri, pertusis, tetanus). Ciri khas batuk ini adalah batuk keras yang berlangsung selama 15 detik hingga 1 menit, saat mengalami batuk rejan mata anak akan melotot dan wajah membiru.  

Batuk Rejan atau Pertusis

Batuk Penanda Bronkiolitis

Tanda anak mengalami batuk bronkiolitis adalah napas yang cepat (lebih dari 50 tarikan per menit), anak juga akan kesulitan bernapas dan otot disekitar dada ikut tertarik ketika anak menarik napas. Batuk ini mengakibatkan suara seperti tercekik dan penyebabnya adalah virus sintisal pernapasan (RSV) alias bronkiolitis. Jika menyerang anak di atas usia 3 tahun virus ini tidak terlalu berbahaya dan hanya akan menyebabkan batuk biasa, tapi jika menyerang bayi RSV bisa membahayakan nyawa sehingga perlu penanganan khusus dari dokter. 

Batuk Penanda Bronkiolitis

Batuk Penanda Pneumonia

Batuk pneumonia disebabkan oleh bakteri yang lebih berbahaya dibanding dengan virus. Anak dengan batuk jenis ini akan lebih cepat merasa lelah, terlihat lesu, dan mengalami batuk yang cukup sering. Moms perlu sesegera mungkin membawa anak menemui dokter terutama jika batuk yang terjadi disertai dengan demam dan muntah berwarna hijau atau kuning.

Batuk Penanda Pneumonia