Gejala DBD Pada Bayi

Moms, semua orang memang bisa saja terkena dbd, tidak terkecuali bayi. Karena itu mengenali gejala lebih dini akan membantu penanganan yang lebih cepat. Moms harus waspada lho jika si kecil menunjukkan tanda-tanda sebagai berikut.

  • Demam tinggi selama 2-7 hari. Suhu demam dapat mencapai 39 hingga 41 derajat Celsius.
  • Gangguan pencernaan, seperti mual, muntah, dan nyeri perut.
  • Nafsu makan berkurang atau tidak mau menyusu sama sekali.
  • Terlihat mengantuk.
  • Lebih rewel dari biasanya.
  • Muncul ruam pada kulit.
  • Mimisan atau gusi berdarah.
  • Terdapat darah di kotoran, urine, atau muntahannya.
  • Sesak napas.
Gejala DBD Pada Bayi
source: https://lifestyle.okezone.com/

Jika si kecil menunjukkan tanda-tanda tersebut, maka sebaiknya Moms segera membawanya ke dokter agar si kecil cepat mendapatkan pengobatan.

Cara Pengobatan DBD Pada Bayi

Setelah melihat gejala-gejala yang disebutkan di atas, sebaiknya Moms segera melakukan penanganan yang tepat untuk mengurangi gejala dan mencegah komplikasi. Sebaiknya penangan dan pengobatan DBD pada bayi dilakukan di rumah sakit agar dokter mudah melakukan observasi secara langsung dan cepat. Namun jika dokter mengijinkan si kecil dirawat di rumah, berikut ini hal-hal yang harus Moms lakukan untuk si kecil:

  • Jangan sampai si kecil mengalami dehidrasi. Pastikan si kecil tidak kekurangan cairan ya, Moms. Jadi, berikan cairan lebih sering dari biasanya. Bayi berusia 6 bulan ke bawah hanya diperbolehkan minum ASI atau susu formula. Air putih bisa diberikan ketika usia Si Kecil sudah di atas 6 bulan.
  • Untuk meredakan demamnya, Moms bisa memberikan obat penurun demam yang diresepkan oleh dokter.
  • Pastikan Si Kecil cukup istirahat ya, Moms.
Cara Pengobatan DBD Pada Bayi
source: https://www.mybaby.co.id/
baca juga

Cara Pencegahan DBD Pada Bayi

Agar si kecil terhindar dari nyamun Aedes aegypti, yuk Moms lakukan langkah-langkah pencegahan berikut ini:

  • Oleskan obat anti nyamuk.
  • Pakaikan baju berbahan katun longgar yang menutupi tubuh hingga kaki dan tangan si kecil.
  • Pasang jaring-jaring anti nyamuk atau kelambu di tempat tidur, stroller si kecil. Jangan lupa jendela dan pintu juga harus dipasang kelambu agar nyamuk tidak bisa masuk ke dalam rumah.
  • Bersihkan tempat penampungan air, seperti bak mandi, talang air, dan tempat penampungan air minum, minimal seminggu sekali. Karena tempat-tempat ini adalah tempat favorit nyamuk. Setelah dibersihkan, jangan lupa untuk menutup tempat-tempat penampungan air tersebut.
  • Buang sampah yang dapat menampung air, seperti plastik dan botol bekas, agar nyamuk tidak bertelur di situ.
Cara Pencegahan DBD Pada Bayi

Nah Moms, sekarang sudah lebih paham kan tentang gejala DBD pada bayi, cara pengobatan DBD pada bayi, dan cara pencegahannya. Pastikan lingkungan rumah selalu bersih ya agar terhindar dari gigitan nyamuk.