Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), daun kelor layak dijuluki sebagai tanaman ajaib.
Pasalnya, daun kelor mengandung vitamin C 7 kali lebih banyak daripada jeruk, kalsium 4 kali lebih banyak daripada susu, serta potassium 3 kali lebih banyak daripada pisang. Inilah sebabnya, konsumsi daun kelor pada ibu menyusui sangat dianjurkan, untuk meningkatkan produksi ASI. Lalu bagaimana cara terbaik untuk mengolah daun kelor? Simak selengkapnya!

Kandungan Nutrisi Daun Kelor

Menurut DKBM Indonesia, dalam 100 gram daun kelor tersimpan sejumlah nutrisi, seperti:

  •  92 kalori energi.
  •  6,8 gram protein.
  •  1,7 gram lemak.
  •  12,5 gram karbohidrat.
  •  0,9 gram serat. 

Selain itu, terdapat juga 440 mg kalsium, 70 mg fosfor, 7 mg zat besi, 6.78 mg karoten vitamin A, 0.21 vitamin B,  0,06 mg tiamin (vitamin B1),  0.05 mg riboflavin (vitamin B2), 0.8 mg niasin (vitamin B3), dan 220 mg vitamin C.

Kandungan Nutrisi Daun Kelor
baca juga

Manfaat Daun Kelor

Khasiat daun kelor dipercaya tak hanya bermanfaat untuk perkembangan tubuh, melainkan juga sebagai obat tradisional. Berikut diantaranya.

1. Obat Kanker
Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Oncology Letters menyebutkan kelor dapat berfungsi sebagai obat kanker, khususnya kanker payudara, kanker paru, dan kanker kulit.

2. Sumber Kesehatan Mata
Seperti kita ketahui, menjaga kesehatan mata bisa dilakukan dengan makan makanan yang mengandung vitamin A. Dalam 100 gram daun kelor, terdapat 3390 SI Vitamin A. Kadar vitamin A yang 4 kali lebih banyak daripada wortel ini, membuat daun kelor sangat ideal untuk meningkatkan daya penglihatan.

3. Memangkas Kadar Gula Darah
Dari hasil penelitian yang dilakukan di Mumbai, India, ditemukan bahwa khasiat daun kelor, bisa menurunkan kadar glukosa darah secara signifikan. Ini terjadi berkat kandungan obat glibenclamide dalam daun kelor yang berfungsi untuk meningkatkan sekresi insulin oleh sel beta pankreas. 

4. Suplemen Anti-penuaan dini
Tingginya kandungan antioksidan pada daun kelor diyakini dapat mencegah efek radikal bebas, memperlambat efek penuaan tubuh, sekaligus menyeimbangkan kadar hormon dalam tubuh. Ketenaran khasiat daun kelor sebagai anti-aging inilah yang membuat sejumlah produsen di Eropa menyulapnya menjadi produk kecantikan, parfum, hingga obat anti-penuaan.

5. Mengoptimalkan Fungsi Otak
Ingin menjaga pikiran dan mood tetap stabil? Coba deh, makan olahan daun kelor! Daun kelor memiliki fungsi sebagai neurotransmitter dan senyawa tiroid untuk menjaga kestabilan psikis. Orang yang mengonsumsi daun kelor secara rutin, memiliki risiko yang lebih kecil untuk mengalami depresi dan masalah psikologis.

Manfaat Daun Kelor

Manfaat Daun Kelor untuk Ibu Menyusui

Kandungan asam amino dalam kelor sangat baik untuk perkembangan bayi. Tak heran, WHO pun menganjurkan konsumsi daun kelor  pada ibu menyusui agar asupan zat besinya tercukupi. Program kesehatan yang telah diterapkan di negara Somalia, Etiopia, juga Sudan ini bertujuan untuk meningkatkan kekebalan tubuh serta untuk mencegah gizi buruk pada anak-anak.

Manfaat Daun Kelor untuk Ibu Menyusui
baca juga

Daun Kelor untuk Tingkatkan Produksi ASI

Mengutip Mindbodygreen, dalam studi yang dipimpin oleh Dr. Michelle A. Taup, MD., diketahui bahwa ibu menyusui yang rutin mengonsumsi kapsul ekstrak daun kelor 2 kali sehari, mengalami peningkatan produksi ASI yang signifikan. Sementara di Indonesia, kesimpulan serupa juga telah dimuat dalam Jurnal Penelitian 2016 yang diterbitkan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, Makassar.

Meningkatnya volume ASI terjadi akibat tingginya kandungan nutrisi dan sumber fitokemikal dalam daun kelor. Setelah mengonsumsi ekstrak daun kelor secara teratur, kebutuhan gizi mikro ibu pun kian tercukupi untuk memproduksi ASI.

Daun Kelor untuk Tingkatkan Produksi ASI

Aturan Konsumsi Ekstrak Daun Kelor untuk Ibu Menyusui

Penting untuk diingat, bahwa mengonsumsi daun kelor dengan cara diolah menjadi masakan tidak dianjurkan. Merebus daun kelor dalam waktu lama justru dapat menghilangkan vitamin dan enzim baik yang terkandung di dalamnya. Menurut penelitian C. Gopelan, yang dilakukan di National Institute of Nutrition di Hyberabad, India, cara terbaik mengonsumsi daun kelor adalah dengan cara diangin-anginkan di bawah sinar matahari hingga kering, lalu digerus menjadi bubuk. Nutrisi yang tersimpan dalam daun pun tetap utuh sehingga dapat lebih mudah diserap oleh aliran darah. Cukup tambahkan bubuk daun kelor ke dalam air, smoothies, jus, yogurt, atau sebagai taburan pada makanan. Takaran konsumsi yang dianjurkan adalah minimal 1-2 kali sehari.

Aturan Konsumsi Ekstrak Daun Kelor untuk Ibu Menyusui

Perlu Moms ketahui, konsumsi daun kelor tidak dianjurkan bagi ibu hamil. Dilansir dari WebMD, kandungan zat kimia dalam akar, batang, dan bunga kelor, justru dapat mencetus keguguran. Jadi, sebaiknya tunggulah pascapersalinan, untuk mengonsumsi daun kelor ya, Moms!