Kondisi Udara Di Jakarta

Duh, Polusi Udara Di Jakarta Masuk Peringkat Terburuk Di Dunia
source: http://www.asiaone.com/

Pada hari Rabu, 3 Juli 2018, Layanan pemetaan polusi di Swiss, AirVisual, menyatakan bahwa Jakarta memiliki kualitas udara terburuk ketiga di dunia. Pada saat itu kondisi udara di Jakarta dikategorikan sebagai kondisi yang "sangat tidak sehat." Lebih parahnya, kualitas udara di ibukota ini juga dideskripsikan sebagai yang terburuk secara global pada Jumat minggu lalu.


Indeks Polusi Udara Jakarta

Duh, Polusi Udara Di Jakarta Masuk Peringkat Terburuk Di Dunia
source: https://newsbeezer.com/

Dalam menentukan peringkat polusi udara terburuk, AirVisual menggunakan data listing pada Indeks Kualitas Udara Amerika Serikat (US AQI), yang berfungsi sebagai tolok ukur, dengan rentang 0 hingga 500. Semakin tinggi nilai AQI, semakin besar tingkat polusi udara dan semakin besar bahaya yang mengancam kesehatan. Dalam situs web AirVisual, Jakarta memiliki skor AQI 154 pada Rabu malam.

baca juga


Kadar Polusi Rata-Rata di Jakarta

Duh, Polusi Udara Di Jakarta Masuk Peringkat Terburuk Di Dunia
source: https://en.tempo.co/

Perlu dipahami, kadar polusi udara memang kerap mengalami perubahan. Sayangnya, rata-rata kadar polusi udara di ibukota Indonesia menunjukkan hasil yang mengkhawatirkan. Greenpeace Indonesia mengatakan bahwa kualitas udara di Jakarta hanya dianggap sehat dalam 29 hari di tahun 2017, sementara 238 hari lainnya merupakan kondisi yang sedang, dan 92 hari sisanya menggambarkan kondisi yang tidak sehat. Dengan kata lain, gambaran kondisi udara di Jakarta masih dalam kategori tidak sehat.


Penyebab Polusi Udara di Jakarta

Duh, Polusi Udara Di Jakarta Masuk Peringkat Terburuk Di Dunia
source: https://www.shutterstock.com/

Kualitas udara Jakarta yang buruk merupakan hasil dari berkumpulnya polutan yang lengkap. Mulai dari pembangkit listrik tenaga batu bara di area sekitar, emisi transportasi, manufaktur, emisi rumah tangga, konstruksi, debu jalanan, hingga pembakaran sampah yang kerap dilakukan oleh masyarakatnya. Semua faktor ini terus terjadi setiap hari dan kerap mengumpulkan polutan terus menerus. Tanpa disadari dampak serius, khususnya menyangkut masalah kesehatan, mengancam kehidupan 25 juta orang yang hidup di Jakarta dan sekitarnya.