Stretch mark adalah garis-garis yang timbul apabila terjadi pertambahan berat yang cepat dalam jangka waktu singkat. Kulit seolah-olah 'ditarik' atau stretching hingga meninggalkan bekas permanen. Saat hamil, tentunya kulit di bagian perut mengalami perubahan yang cukup ekstrim, sehingga kemungkinan munculnya stretch mark semakin besar.

source: http://www.thepromota.co.uk/what-pregnant-women-really-worry-about/

Tingkat hormon yang fluktuatif semasa kehamilan turut berpengaruh pada munculnya stretch mark. Artinya, meskipun kamu memiliki kulit yang relatif berminyak, hal tersebut dapat berubah saat hamil. Kulit mendadak menjadi kering, padahal kamu tak terbiasa menyimpan berbagai macam pelembab dan body lotion.

source: http://www.mnn.com/family/babies-pregnancy/blogs/10-skin-care-ingredients-avoid-during-pregnancy
baca juga
Untungnya, sekarang kamu nggak perlu pusing lagi. Baby oil dapat kamu lirik untuk mencegah dan memudarkan stretch mark. Terbuat dari mineral oil, baby oil secara efektif mencegah hilangnya kadar air sekaligus menjaga kelembapan kulit. Tentunya, kulit yang dirawat kelembapannya tidak akan mudah 'kaget' seiring dengan membesarnya perut ketika hamil.

Ingat bahwa kunci keberhasilan baby oil terletak pada kontinuitas, Beautynesian. Tandanya, manfaat baby oil untuk mencegah stretch mark akan sangat tergantung pada seberapa teratur pemakaiannya. Usahakan untuk menggunakan baby oil di pagi dan malam hari, dengan gerakan memijat agar baby oil lekas meresap. 

Tips: Banyak kontroversi seputar mineral oil yang memiliki bahan dasar petroleum. Faktanya, baby oil menggunakan cosmetic-grade mineral oil atau mineral oil dengan standar kosmetika, dan telah melalui proses pemurnian yang ketat. Supaya lebih aman, baiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandunganmu.
source: http://www.livestrong.com/article/516248-is-it-safe-to-put-baby-oil-on-my-belly-while-im-pregnant/