Semakin bertambahnya usia kehamilan bayi Anda terus mengalami perkembangan. Di minggu-minggu mendekati persalinan, si bayi terus bergerak. Gerakannya bukan tanpa alasan. Dia terus mencari posisi selaras dengan jalan lahir. Namun terkadang tak semua bayi mampu menempatkan diri pada posisi tersebut. Pada beberapa kasus posisi bayi yang tidak memungkinkan lahir normal harus melalui proses operasi caesar. Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan posisi sungsang atau melintang bagi bayi di dalam rahim. Yang paling umum adalah sebagai berikut:

  • Ukuran kepala bayi yang lebih besar dan lebar panggul moms
  • Gerakan bayi yang lebih kecil karena alasan fisiologis lainnya seperti berat badan lahir rendah
  • Kurang olahraga dan inisiasi oleh ibu untuk mendorong gerakan janin.
Pemeriksaan rutin diperlukan saat moms hamil. Tak hanya mendatangi bidan, moms pun perlu memeriksakannya ke dokter spesialis kandungan. Dilengkapi dengan alat USG, pemeriksaan spesialis kandungan juga diperlukan, tak hanya mengetahui jenis kelamin moms. Melalui pemeriksaan ini Anda juga bisa mengetahui lebih akurat tentang posisi janin. Sehingga ketika posisi bayi tidak selaras dengan jalan lahir, seperti sungsang, dapat langsung berdiskusi dengan dokter untuk  mengetahui langkah berikutnya. Selain itu jika dirasa masih memungkinkan moms bisa membantu bayi bergerak dan mengatur posisi selaras dengan melakukan kegiatan berikut ini:

1. Persalinan dengan Hipnosis

Saat moms menyadari posisi bayi sungsang, mungkin kecemasan berlebihan terus melanda pikiran Anda. Kecemasan tentu tidak akan memudahkan proses melahirkan yang akan moms hadapi. Untuk itu memilih persalinan dengan hypnosis atau hypnobirthing bisa menjadi alternatif. Pada hypnobirhting terdapat salah satu seri bernama Baby Turn. Tehnik ini secara perlahan dapat membuat moms lebih tenang dan damai. Rasa kecemasan yang terlepas dari pikiran berpengaruh pada si kecil. Rasa ketenangan yang tercipta juga memastikan rasa cinta dan ikatan antara si ibu dan si bayi, sehingga bayi perlahan berputar ke posisi yang seharusnya. Posisi anterior atau siap lahir.

1. Persalinan dengan Hipnosis
baca juga

2. Yoga

Olahraga yang satu ini tak hanya membantu moms memiliki teknik pernafasan, yang membantu moms saat persalinan normal. Yoga juga menawarkan berbagai macam gerakan untuk mengubah posisi janin sungsang. Posisi tersebut diantaranya disebut Bridge Pose. Moms bisa mempelajari pose ini dengan mengikuti kelas yoga. Lakukan di bawah pengawasan instruktur ya moms. Jangan coba-coba melakukannya dengan hanya melihat video. Hal ini menyangkut efek dari gerakan tersebut. Selain itu, ketika moms tidak mampu membuat gerakan ini juga meninggalkan serangkaian resiko.

2. Yoga

3. Merangkak

Moms, pasti saat perut semakin besar, orang-orang sekitar sudah mulai menyarankan untuk membersihkan lantai tanpa alat pel pada umumnya. Moms dianjurkan untuk membersihkan lantai dengan lap di tangan. Hal ini bukan tanpa alasan lho moms. Saat moms mengepel lantai dengan tangan, tentu posisi moms layaknya bayi sedang merangkak. Merangkak selama 10 menit setiap hari dapat membantu bayi bergerak di dalam rahim. Sehingga diharapkan moms bisa bantu si bayi untuk bergerak pada posisi yang selaras dengan jalan lahir. Jangan lupa saat mempraktikannya pastikan perut tidak menyentuh lantai dan kokohkan posisi kedua kaki dan tangan.

3. Merangkak
baca juga

4. Cahaya dan Suhu

Meski di dalam rahim, bayi Anda sudah peka terhadap hal-hal tertentu seperti cahaya dan suhu. Bayi Anda sudah dapat merespon gelap, terang, panas dan dingin. Hal ini bisa moms manfaatkan untuk mendorong bayi ke posisi selaras dengan jalan lahir. Caranya mulailah bekerjasama dengan ayah, agar meletakkan senter di pangkal panggul. Saat melakukan coba sambil bernyanyi dan berbicara dengan si bayi. Bujuk bayi untuk bergerak ke bawah. Sementara itu dengan suhu, moms bisa mengompres es di daerah tulang rusuk dan menggunakan bantal bersuhu panas di dasar panggul. Kondisi ini berguna untuk membujuk bayi untuk menjauh dari dingin menuju kehangatan.

4. Cahaya dan Suhu

5. External Cephcalic Version (ECV)

Jika posisi bayi sungsang saat usia kandungan di atas 34 minggu, dimungkinkan akan sulit diubah dengan gerakan moms. Karena sudah menjelang persalinan, External Cephcalic Version (ECV) bisa jadi solusi. Biasanya dokter atau bidan berpengalaman mencoba untuk mengubah posisi janin dari luar perut moms. Kegiatan ini dilakukan secara perlahan dan professional. Pada prosesnya pun dilakukan dengan perlahan dan tetap mendeteksi detak jantung bayi. Proses akan tetap dilanjutkan jika detak jantung bayi baik selama proses ECV. Meski jalan ini memiliki potensi keberhasilan 90 persen, tenaga medis tetap waspada. Jadi selama proses berlangsung ruang operasi caesar pun tetap disiapkan. Hal ini berguna jika pada proses ECV tiba-tiba tidak berjalan lancar, bisa langsung dilanjutkan dengan proses operasi Caesar.

5. External Cephcalic Version (ECV)