Kekurangan Energi Kronik (KEK) Saat Hamil? Ketahui Bahayanya Pada Ibu dan Janin

Apa Penyebab Kondisi Kurang Energi Kronik (KEK) Pada Ibu Hamil?

Ada banyak faktor yang bisa menjadi penyebab kondisi kurang energi kronik (KEK). Diantaranya, yaitu:

  1. Kurangnya asupan makanan bergizi yang dibutuhkan oleh tubuh ibu hamil.
  2. Pengaruh usia kehamilan yang terlalu muda (di bawah 17 tahun) dan tua (di atas 35 tahun). Sedangkan, usia kehamilan yang sesuai adalah 20 - 34 tahun.
  3. Ibu hamil yang bekerja terlalu berat sehingga energinya berkurang yang memicu timbulnya KEK.
  4. Ibu hamil yang mengalami infeksi, sehingga menimbulkan gangguan kesehatan yang menurunkan kemampuan tubuh dalam menyerap zat gizi dan hilang nafsu makan.

Faktor-faktor tersebut membuat ibu hamil rentan mengalami KEK. Sebab, jika sudah menderita KEK, maka akan sangat bahaya bagi ibu hamil.

Kekurangan Energi Kronik (KEK) Saat Hamil? Ketahui Bahayanya Pada Ibu dan Janin

Mengapa KEK Bahaya Bagi Ibu Hamil?

Ibu hamil yang menderita KEK akan mengalami masalah gizi yang kurang. Sehingga, ini bisa mengakibatkan tubuhnya mudah lelah, lemas, pucat, sering kesemutan, badan tidak bugar, dan dapat memicu kemungkinan mengalami kesulitan dalam proses persalinan. Serta, ketika tiba masanya menyusui nanti, ASI ibu tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi yang mana dapat membuat bayi akan kekurangan ASI.
 
Jika kondisi kesehatan ibunya berpengaruh, maka juga akan mempengaruhi janinnya. Perkembangan janin dapat terhambat. Hal itu bisa pula mengakibatkan pertumbuhan janin tidak maksimal yang membuat cacat janin, BBLR (bayi lahir dengan berat badan lahir rendah), mengalami keguguran, kelahiran premature, hingga kematian bayi saat lahir. Itulah mengapa kondisi KEK ini memberikan resiko yang tinggi.

baca juga
Kekurangan Energi Kronik (KEK) Saat Hamil? Ketahui Bahayanya Pada Ibu dan Janin

Hal-Hal yang Perlu Dilakukan Sebagai Pencegahan KEK

Moms, karena begitu beresikonya bahaya yang ditimbulkan akibat KEK, maka ibu hamil sebaiknya memeriksakan diri langsung ke dokter spesialis kandungan supaya dapat dinilai apakah mengalami KEK atau tidak. Jika benar mengalaminya, selanjutnya bisa dicari tahu penyebabnya dan melakukan penanganan seperti apa yang tepat untuk mengatasinya.
 
Ada dua cara untuk mengidentifikasi apakah ibu hamil mengalami KEK atau tidak, yaitu:

1. Menggunakan ukuran Lingkaran Lengan Atas (LILA)
LILA ini merupakan salah satu alat identifikasi KEK yang cukup baik. Menurut Departemen Kesehatan, ibu hamil yang menderita KEK memiliki ukuran LILA kurang dari 23,5 cm.

2. Menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT)
Caranya adalah dengan membandingkan antara berat dan tinggi badan. Jika ukuran IMT ibu hamil kurang dari 18,5, ini bisa dikategorikan mengalami KEK. Pengukuran IMT ini membutuhkan alat pengukur tinggi dan berat badan.

Sebagai pencegahan KEK, ibu hamil membutuhkan asupan makan makanan sehat dan bergizi secara teratur dengan porsi sedang tapi sering. Selain itu, jenis makanan juga butuh untuk divariasikan. Perbanyak makan daging, telur, ikan, ayam, sayur, dan buah. Bila perlu minum pula susu ibu hamil. Jika dokter kandungan memberikan suplemen kehamilan, minumlah dengan teratur. Cukupi juga kebutuhan minum air putih dan tetap aktif bergerak.
 
Moms, berbeda dengan wanita normal, asupan makanan yang dibutuhkan oleh ibu hamil lebih banyak dan inilah yang menentukan status gizinya. Makanya, ibu hamil sangat perlu memperhatikan asupan harian yang sesuai dengan kebutuhan sehari-harinya. Melakukan pencegahan terhadap kondisi KEK sangat penting demi kesehatan janin dan ibunya. Jadi Moms, selalu jaga diri dan kondisi kehamilannya, ya.