Dampak Buruk Menakuti Anak, Yuk Stop Kebiasaan Ini dari Sekarang Moms!

Dampak Menakut-Nakuti Anak yang Perlu Diketahui

Bila anak sering ditakut-takuti akan muncul dampak buruk bagi anak tersebut. Dampak yang terjadi bisa berbeda pada setiap usia anak, yaitu:

  • Dampak menakut-nakuti anak pada usia bayi dibawah 12 bulan
Bayi yang secara berulang terus mendapatkan ketakutan akan membuat otaknya merekam apa yang ditakuti-takuti tersebut dan menyerapnya. Ini bisa membuat anak merasa tidak nyaman dan tidak aman terhadap hal tersebut.
  • Dampak menakut-nakuti anak pada usia batita (bayi tiga tahun)
Anak batita masih belum bisa membedakan mana yang masuk akal dan tidak. Sehingga, bila terus ditakut-takuti akan membuatnya menjadi sosok penakut dan bergantung pada orang tua.
  • Dampak menakut-nakuti anak pada usia balita (bawah lima tahun)
Anak usia ini sudah memiliki imajinasi yang berkembang. Rasa yang muncul akibat ketakutan yang dirasakannya bisa membuatnya bermimpi buruk. Bila ketakutan yang dialami sering terjadi akan membuatnya menjadi anak yang selalu binggung, merasa tegang, dan cemas.
  • Dampak menakut-nakuti anak pada usia 6 – 9 tahun
Bila anak sering merasa ketakutan akibat pengalamannya yang ditakut-takuti yang membuatnya tidak nyaman dan cemas, ini akan menimbulkan perasaan takut yang berlebihan. Perasaan takut berlebihan bisa merusak kemampuan berpikir anak secara rasional dan tentunya akan memberikan efek pada perilakunya, terutama saat pengambilan keputusan. Hal buruk yang bisa terjadi adalah terganggunya proses eksplorasi, bermain, maupun kegiatan rutinnya sehari-hari.
  • Dampak menakut-nakuti anak pada usia 9 – 12 tahun

Jika anak pada usia ini memiliki rasa takut yang berlebihan akan memberikan efek yang negatif, yaitu ia akan susah berkonsentrasi saat belajar. Energi yang dimilikinya akan terbuang percuma karena memelihara rasa takutnya yang berlebihan. Hal ini dapat mengganggu proses belajarnya di sekolah maupun dalam berkehidupan sehari-hari.
 
Melihat betapa buruknya dampak yang akan terjadi pada anak, maka dari itu, Moms sebagai orang tua sebaiknya perlu menghilangkan kebiasaan menakut-nakuti anak.

Dampak Buruk Menakuti Anak, Yuk Stop Kebiasaan Ini dari Sekarang Moms!

Cara Menghilangkan Kebiasaan Menakut-Nakuti Anak

Sebenarnya, untuk membuat anak menurut pada aturan Moms tidak perlu menakuti-nakutinya yang justru malah akan menumbuhkan rasa takut dalam dirinya. Meskipun pada dasarnya ketakutan adalah kondisi alamiah yang membantu anak untuk menghadapi pengalaman baru yang juga merupakan insting melindungi diri dari bahaya, namun tetap saja orang tua harus bisa memahami ketakutan anak dan mengatasinya.
 
Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan kebiasaan tesebut, diantaranya yaitu;

  • Beri anak penjelasan secara rasional atas alasan aturan yang diberikan ketimbang menakuti-nakutinya.
  • Sebaiknya berikan pengertian kepada anak dengan berkata yang sejujurnya. Sesungguhnya anak-anak juga bisa berpikir dewasa, tinggal bagaimana orang tuanya mengarahkan pikiran anaknya.
  • Sudah tugas dari orang tua untuk mengkondisikan suasana lingkungan yang kondusif pada anak, maka sebaiknya bujuk dan ajak anak dengan kata-kata lemah dan lembut.
  • Kontrol diri untuk tidak menakut-nakuti anak. Ada baiknya pula bila Moms tidak membiarkan anak mengatasi rasa takutnya sendiri. Doronglah anak untuk mengekspresikan perasaannya.

 
Meskipun orangtua menakut-nakuti anak dengan tujuannya ingin melindungi anak agar tidak terjadi hal-hal yang bisa menyakitinya, tapi dengan terlalu sering menakut-nakutinya akan justru memberikan dampak negatif yang malah dapat menganggu perbuatan, kreativitas, dan kemandirian anak. Maka dari itu, sebaiknya orang tua lebih bijak lagi dalam membimbing anaknya.