Istilah toxic parent muncul pertama kali dalam buku berjudul Toxic Parents: Overcoming Their Hurtful Legacy and Reclaiming Your Life pada tahun 2002 karya Suzan Forward. Buku tersebut menekankan sikap-sikap orang tua yang justru menjadi racun bagi anaknya. Sikap yang dimaksud di sini seperti menekankan hukuman fisik berlebihan, melibatkan anak untuk menyelesaikan masalah pribadi, menekan psikis anak, hingga mengancam anak.

Waspada Toxic Parents, Kenali Ciri dan Dampak Buruknya Bagi Anak Yuk!

Ciri-ciri Toxic Parent  dan Dampaknya

Ciri-ciri Toxic Parent dapat dilihat dari pola asuh orangtua. Orangtua yang gagal memberikan rasa aman salah satu ciri toxic parent. Adakalanya orangtua ingin anak mandiri dan tidak manja dan tanpa sadar orangtua menjadi tegas yang cenderung bersifat keras. Padahal anak-anak tetap perlu dipeluk saat sedih dan didukung saat merasa terpuruk. Sebab menurut WHO, dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan otak anak bukan hanya nutrisi dan stimulasi yang dibutuhkan tapi juga cinta orangtua.

Ciri lain yaitu orangtua yang selalu mengkritisi apapun yang dilakukan anak. Selalu mengkritisi apapun yang dilakukan anak dan tidak percaya sang anak bisa melakukan dengan benar hanya akan membawa anak tidak percaya diri. Terkadang dalam mengkritisi, toxic parents juga tidak segan untuk melakukan kekerasan dan melontarkan kata-kaya kasar. Dampak toxic parent seperti ini tentu akan menjadikan anak tumbuh sebagai individu yang keras dan mudah untuk bersikap kasar.

Waspada Toxic Parents, Kenali Ciri dan Dampak Buruknya Bagi Anak Yuk!

Merendahkan harga diri anak seperti mengolok-olok anak, dari sisi fisik, hobi, karya atau apapun itu, yang membuatnya merasa buruk juga bisa dikatakan ciri toxic parents. Padahal setiap orang menginginkan harga diri yang positif, hal ini disampaikan Vaughan & Hogg dalam buku Psikologi Sosial. Jadi bila anak kehilangan harga dirinya tentu akan menyebabkan rendah diri saat dewasa kelak.

Orang tua yang menuntut untuk dihormati dan ditakuti juga tergolong toxic parent. Bahkan tak jarang orangtua dengan toxic parents seringkali mengungkit-ungkit soal balas budi. "Papa sudah susah-susah sekolahin kamu, jadi sekarang harus nurut.” Bisa jadi kata seperti itu yang sering didengar anak, padahal dengan mengatakan tersebut hanya akan membuat anak terbebani dan anak akan merasa orangtua tidak tulus mencintai.

Nah, Moms itu tadi beberapa ciri toxic parent yang biasa terjadi dalam pola asuh orangtua dan dampaknya bagi anak. Saat marah, bisa jadi orangtua menjadi lebih sensitif dan tak jarang menyakiti anak. Namun, hal ini sebenarnya bisa saja di hindari kok, asal dalam pola asuh orangtua mengutamakan kebahagiaan anak.