Apa Penyebab Pneumonia yang Terjadi Pada Bayi?

Pneumonia ini merupakan penyakit infeksi paru-paru yang disebabkan oleh kuman, virus, dan bakteri. Bisa pula disebabkan oleh jamur, meskipun jarang terjadi. Awalnya dari udara kotor yang mengandung virus, kuman, ataupun bakteri tersebut terhirup melalui hidung dan tenggorokan hingga ke paru-paru dan menyebabkan infeksi. Dapat pula menyebar melalui darah yang mencapai paru-paru. Organ paru yang terinfeksi akan membuat kantung udaranya berisi nanah dan cairan lainnya yang membuat penderitanya akan kesulitan bernafas.
                                                                  
Bayi dan balita paling rentan terkena penyakit pneumonia ini. Karena, mereka masih memiliki sistem imunitas yang rendah. Gejala awalnya mungkin mirip batuk pilek biasa, sehingga banyak orang yang mengabaikan penyakit ini. Padahal, penyakit ini sangatlah berbahaya, terutama bila diidap oleh balita.

Si Kecil Batuk dalam Kurun Waktu Lama? Waspadai Gejala Pneumonia Pada Bayi, Moms!

Apa Saja Gejala Pneumonia yang Diderita Oleh Bayi?

Sebenarnya, gejala pneumonia itu bermacam-macam, tergantung pada usia dan penyebabnya. Namun, secara umum, gejala-gejalanya adalah sebagai berikut;

  1. Balita mengalami demam tinggi
  2. Nafas cepat ataupun mengalami kesulitan dalam bernafas (sesak nafas) dan hidung akan kembang kempis disertai nafasnya berbunyi.
  3. Batuk pilek. Gejala parah bisa menyebabkan batuk berlendir berwarna hijau atau kekuningan.
  4. Hilangnya nafsu makan
  5. Nyeri dada atau perut
  6. Bayi tampak gelisah dan badannya lemas
  7. Tidak mengalami buang air kecil seperti biasanya akibat kekurangan cairan.
  8. Menunjukkan tanda-tanda dehidrasi
  9. Bibir dan kuku akan tampak membiru akibat kurangnya oksigen dalam tubuh
  10. Bayi juga akan mengalami muntah dan diare bila terinfeksi pneumonia akibat virus.

Bila si kecil menunjukkan gejala-gejala awal pneumonia diatas, maka harus segera mendapatkan penanganan medis.

Si Kecil Batuk dalam Kurun Waktu Lama? Waspadai Gejala Pneumonia Pada Bayi, Moms!

Bagaimana Cara Mengatasi Pneumonia pada Bayi?

Pertama, guna memastikan apakah bayi Moms mengalami sesak nafas atau tidak, Moms perlu memeriksa laju pernafasan bayi dengan membuka pakaiannya dan melihat gerakan dadanya saat bernafas. Hitung berapa kali dadanya mengembang saat bernafas.

Bayi usia 2 - 12 bulan biasanya akan bernapas secara normal sebanyak sekitar 50 kali per menit. Sedangkan, pada balita usia 1 - 5 tahun, laju napasnya adalah sekitar 40 kali per menit. Bila benar mengalami napas cepat, maka harus segera di bawa ke dokter untuk pemeriksaan selanjutnya.
 
Untuk penangganan pneumonia ringan biasanya dokter akan memberikan obat antibiotik pilihan dengan dosis yang tepat. Berikan obat tersebut secara teratur agar bisa sembuh total. Namun, jika gejala yang diderita oleh bayi Moms termasuk berat, maka perlu ditanggani dengan rontgen dan cek darah, serta penanganan yang tepat. Perlu juga dilengkapi asupan cairan dan nutrisinya dengan baik.

Kondisi pneumonia ini janganlah dianggap sepele. Karena efeknya sangat buruk bagi bayi atauapun balita yang mengidapnya. Untuk mencegahnya diderita oleh si kecil, Moms perlu memberikan ASI secara ekslusif pada bayi selama 6 bulan awal hidupnya, melengkapi imunisasi bayi sesuai jadwalnya, memenuhi asupan gizinya, menjauhkan bayi dari orang sakit, paparan polusi, asap rokok, serta jaga kebersihan lingkungan tempat tinggalnya.
 
Jadi, jaga si kecil baik-baik Moms agar bisa terhindar dari penyakit pneumonia ini. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Moms.