Dua Garis Biru bukan cuma berani mengangkat isu sensitif, tapi juga jadi tontonan yang penting bagi orang tua maupun anak-remaja. Di tengah kontroversi yang ada di masyarakat BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) menganjurkan orang tua dan anak bersama nonton film untuk edukasi pentingnya pendidikan seks sejak dini. 

Lalu seperti apa sih cerita sekaligus pesan yang ada dalam film ini? Berikut penjelasannya.

Jadi Kontroversi, Film Dua Garis Biru Ajarkan Pentingnya Pendidikan Seks Sejak Dini
source: https://viva.co.id

Sinopsis film Dua Garis Biru

Dara dan Bima adalah pasangan kekasih yang masih SMA. Keluarga dan teman-teman mereka juga mendukung hubungan mereka. Kepercayaan dari orang-orang sekitar dan gejolak anak muda yang sedang tinggi membuat mereka berpikir pendek sampai akhirnya Dara hamil. Pada akhirnya Dara dan Bima harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di hadapan keluarga masing-masing. 

Jadi Kontroversi, Film Dua Garis Biru Ajarkan Pentingnya Pendidikan Seks Sejak Dini
source: https://www.tirto.id
baca juga

Pesan moral yang ingin disampaikan sutradara

Gina selaku sutradara ingin menjadikan film Dua Garis Biru sebagai wadah edukasi sekaligus diskusi tentang kesadaran pentingnya pendidikan seks sejak dini. Di mana di Indonesia masalah ini masing sering dianggap tabu. 

Mengingat angka pernikahan dini di Indonesia sendiri sangat mengkhawatirkan. Dari data UNICEF tahun 2017, tercatat 14% anak-anak Indonesia menjadi pengantin sebelum usia 18 tahun dan ada 1,45 juta anak yang menjadi pengantin perempuan. 

Kalau lihat data ini, tentu miris sekali bukan moms? Itulah mengapa kesadaran akan bahaya seks bebas juga perlu disosialisasikan dengan cara yang menyenangkan, contohnya melalui film ini.

Jadi Kontroversi, Film Dua Garis Biru Ajarkan Pentingnya Pendidikan Seks Sejak Dini
source: https://id.bookmyshow.com

Didukung BKKBN, karena membantu sosialisasi pendidikan seks

Dwi Listyawardani, Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi mengatakan jika ia merasa terbantu dengan kehadiran film Dua Garis Biru sebagai sarana mensosialisasikan pendidikan seks kepada remaja dan keluarga.

Menurut Dwi, film Dua Gars Biru bisa menjadi pembelajaran terutama bagi orang tua dalam menerapkan pendidikan seks sejak dini. Ia mengatakan bahwa banyak aspek yang bisa digali seperti aspek putus sekolah, kesehatan reproduksi, bahaya hamil muda, risiko kematian pada ibu, apa yang harus dilakukan ayah muda, imbauan untuk berdiskusi tentang pendidikan seks di rumah, serta debat tentang adopsi dan aborsi. Semua bisa ditemukan dalam film ini. 

Jadi Kontroversi, Film Dua Garis Biru Ajarkan Pentingnya Pendidikan Seks Sejak Dini
baca juga

Mendobrak paradigma bahwa diskusi soal seks dengan anak itu tabu

Menurut Psikolog Roslina Verauli film ini menggambarkan budaya masyarakat Indonesia yang tertutup soal seks.

Roslina juga mengungkapkan jika mendekati anak-anak dan remaja 'zaman now' nggak bisa hanya by text book saja atau dengan cara otoriter. Itulah mengapa orang tua perlu mengajak diskusi mengenai pentingnya menjaga organ reproduksi, pendidikan seks, dampak seks di usia dini, dan sebagainya.

Jadi Kontroversi, Film Dua Garis Biru Ajarkan Pentingnya Pendidikan Seks Sejak Dini
"Tayangan film ini menggambarkan drama keluarga. Ketika anak dan orangtua tinggal serumah, tapi secara emosional terpisah. Di Indonesia, kita gak pernah membahas seks secara terbuka. Budayanya malu. Akibatnya, banyak remaja yang terperosok karena minimnya pengetahuan," ungkap Roslina dikutip dari jogja.idntimes.com.
source: https://www.beepdo.com

Pentingnya pendidikan seks sejak dini

M. Yani selaku Deputi KSPK BKKBN menyampaikan bahwa film Dua Garis Biru bisa menjadi media diskusi antara orangtua dan anak. Karena dalam film tersebut diceritakan bahwa keluarga Bima digambarkan agamis. 

Jadi Kontroversi, Film Dua Garis Biru Ajarkan Pentingnya Pendidikan Seks Sejak Dini
source: https://movie.uzone.id
"Film ini mengetengahkan persoalan pasca pernikahan. Punya anak itu gak wajib, tetapi menjadi orang tua adalah kewajiban. Ketika pasangan muda yang belum siap, harusnya remaja secara fisik bisa jadi sudah siap, tapi secara mental berat. Bukan hanya bagi ibu, tapi juga ayah," tutur Yani.
source: https://movie.uzone.id

Dan menjadi agamis saja tidaklah cukup jika tidak diiringi dengan pemberian pendidikan seks secara komprehensif sejak dini. Menggunakan pendekatan agama dan diskusi tentang pendidikan seks dengan anak bisa mencegah terjadinya pergaulan bebas. 

Jadi moms, kalau weekend ini belum ada rencana bersama anak coba deh nonton film ini sekaligus diskusi seru tentang pendidikan seks.