Moms gunanya pemeriksaan ultrasonografi (USG) tak hanya menebak jenis kelamin pada bayi. Pemeriksaan ini juga dapat mengetahui letak plasenta dan bayi. Terutama pada trimester ketiga, Anda wajib mengetahui posisi bayi, apakah sudah sesuai atau belum. Ketika posisi kepalanya telah di bawah, jangan lupa tanyakan pada dokter bagaimana letak wajahnya. Menghadap pada perut moms atau sebaliknya. Jika posisi bayi berada pada punggung ibu dan memasuki pelvis dengan kepala menghadap ke depan posisi ini juga disebut occiput posterior. Moms wajib waspada dengan posisi ini. Dengarkan dan lakukan saran dokter agar persalinan normal yang moms harapkan tetap dapat terlaksana.

Resiko Persalinan Pada Bayi Posisi Occiput Posterior

Pada posisi occiput posterior atau OP terdapat serangkaian resiko untuk moms. Bayi dengan posisi OP biasanya umur kehamilannya lebih lama. Ada resiko ketuban pecah dini. Moms pun cenderung ingin mengejang lebih awal. Selain itu kontraksi yang mom rasakan pun bisa tidak teratur. Hal ini yang membuat persalinan normal pada posisi OP akan sedikit lebih lama ketimbang bayi yang berada pada posisi pada umunya, atau occiput anterior. Tak jarang pula poisis OP berakhir dilahirkan dengan cara caesar. Jika lahir normal pun moms akan ada resiko tinggi terkena ambien setelah melahirkan.

Resiko Persalinan Pada Bayi Posisi Occiput Posterior
baca juga

Kebiasaan Moms Sebabkan Bayi Pada Posisi Occiput Posterior

Banyak faktor yang membuat bayi pada posisi OP. Salah satunya adalah kebiasaan moms selama hamil. Kebiasaan tersebut adalah duduk bersandar dengan postur membungkuk. Posisi bayi OP disebabkan oleh posisi moms yang tidak menyediakan banyak ruang bagi dan rahim. Posisi yang membuat keduanya tidak simetris ini memaksa bayi untuk menyesuaikan diri. Hingga pada akhir kehamilan dahi si bayi telah masuk ke tulang pubis. Kondisi ini tentu akan terasa lebih sempit bagi bayi, sehingga dia agak sulit untuk memutar ke posisi yang seharusnya, posisi occiput anterior atau kepala menghadap ke perut moms.

Kebiasaan Moms Sebabkan Bayi Pada Posisi Occiput Posterior

Faktor Lainnya Yang Menyebabkan Posisi OP antara lain:

  • Saat hamil usia moms telah menginjak lebih dari 35 tahun.
  • Pada kehamilan sebelumnya posisi bayi juga pada posisi OP
  • Berat badan moms berlebih atau obesitas
  • Berat bayi besar sekitar 4 kg
  • Usia kehamilan melebihi 41 minggu dan mendapat tindakan epidural atau bius lokal yang diberikan tenaga medis saat proses persalinan.

Lakukan Hal Ini Cegah Posisi Occiput Posterior

  • Perbaiki postur tubuh moms selama hamil. Hindari duduk bersandar dengan panggul miring atau tak sejajar
  • Biasakan tidur dengan posisi miring kanan atau kiri. Letakkan kaki pada posisi lurus dan kaki satunay dilipat 90 derajat. Jangan lupa letakkan bantal atau guling di sela-sela kaki. Ini berfungsi agar moms tidak pindah posisi selama tidur. Serta memastikan panggul moms tetap terbuka. Karena posisi terlentang tidak direkomendasikan moms yang tengah hamil.
  • Olahraga rutin, lakukan gerakan yang juga menggerakkan panggul. Sehingga memberikan ruang lebih luas di panggul moms. Anda bisa melakukan senam hamil, berenang, jalan pagi atau pun yoga.
Lakukan Hal Ini Cegah Posisi Occiput Posterior