Manfaat Khitan

Usia Berapa Seharusnya Anak Laki-laki Disunat? Ini Penjelasannya
source: https://www.newsapi.com.au/

Seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya, alasan utama yang melandaskan untuk ajaran sunat adalah kebersihan. Salah satunya adalah bagaimana bersuci menjadi bagian penting sebelum beribadah, khususnya shalat. Dalam hal ini, menghilangkan foreksin akan membuat penis lebih mudah dibersihkan sehingga urin tidak dapat tersisa di sana setelah buang air kecil. Selain itu, sunat juga dapat membersihkan kotoran dapat terkumpul di bawah kulit yang dapat berisiko menyebabkan penyakit fatal seperti kanker.


Waktu yang Tepat Untuk Khitan

Usia Berapa Seharusnya Anak Laki-laki Disunat? Ini Penjelasannya
source: https://www.theconversation.com/

Sebenarnya tidak ada batasan usia untuk pelaksanaan sunat itu sendiri. Namun, secara umum sunat dilaksanakan sebelum seseorang memasuki akil baligh, yaitu saat di mana kewajiban shalat sudah jatuh sehingga ia harus bisa lebih menjaga kesucian dan kebersihan tubuh. Usia yang dipilih biasanya adalah saat seorang anak berusia tujuh tahun. Ada pula orangtua yang memilih anak laki-lakinya disunat pada hari ketujuh setelah kelahiran. Di sisi lain, sunat saat dewasa juga banyak dilakukan oleh mereka yang mualaf.

baca juga


Mengkhitan Anak Saat Masih Bayi

Usia Berapa Seharusnya Anak Laki-laki Disunat? Ini Penjelasannya
source: https://americaoutloud.com/

Sebagian orangtua memilih untuk mengkhitan bayi saat masih bayi. Meskipun pengalaman khitan menjadi tidak berkesan bagi anak, proses penyembuhan luka khitan pada saat bayi akan lebih cepat dibandingkan pada saat anak-anak atau dewasa. Selain itu, orangtua juga akan lebih mudah untuk menjaga luka agar tidak infeksi karena gerak bayi masih terbatas.


Mengkhitan Anak Saat Balita

Usia Berapa Seharusnya Anak Laki-laki Disunat? Ini Penjelasannya
source: https://www.conatusnews.com/

Usia balita sering dianggap sebagai waktu yang tepat untuk mengkhitan anak laki-laki. Sayangnya, khitan di usia balita akan sedikit lebih menantang di mana si kecil sudah aktif berjalan, sehingga akan lebih sulit bagi orangtua untuk menjaganya. Sunat dengan klamp dapat berisiko ditarik, ada pula risiko jahitan digaruk-garuk dan tergesek saat tidur.

Itulah pertimbangan yang dapat Mommy pikirkan dalam menentukan waktu yang tepat untuk mengkhitan anak laki-laki. Semoga informasi ini bermanfaat, ya!