Daya ingat menurun sering dikaitkan dengan usia seseorang yang memasuki tahap lanjut. Mereka biasanya dianggap wajar karena kemampuan seseorang untuk memingat memang sudah menurun. Eits, tapi pikun pada lansia jangan dimaklumi moms! Kondisi ini bisa dicegah loh.

Sebelum membahas lebih dalam, yuk cari tahu apa itu pikun? Pikun merupakan istilah klinis untuk sindrom penurunan ingatan dan daya kognitif (daya pikir) pada lanjut usia. Kini, istilah tersebut tidak digunakan lagi dalam istilah kedokteran.

Jika moms atau keluarga terdekat tidak ingin mengalami hal ini, yuk cari tahu tips mencegah pikun di masa tua!

1. Rutin Berolahraga

Olahraga akan meningkatkan peredaran darah ke otak dan menyuplai lebih banyak oksigen serta glukosa yang sangat dibutuhkan sebagai bahan bakar. Berdasarkan sebuah penelitian, moms bisa mempelajari kosakata baru 20 persen lebih cepat setelah berolahraga. Disarankan kelas yang melatih otak juga ya moms seperti yoga, aerobik, dan lainnya.

baca juga

2. Terapkan Pola Makan Sehat

Setidaknya ada 7 poin yang bisa moms lakukan demi mencegah demensia, yaitu:

  1. Perbanyak konsumsi karbohidrat kompleks (nasi merah, kentang, biji-biji utuh, dan lainnya)
  2. Perbanyak konsumsi protein + lemak baik (salmon, minyak zaitun, dan lainnya)
  3. Kurangi makan gula
  4. Batasi makanan asin dan tinggi lemak trans
  5. Makan sedikit, tapi sering
  6. Hindari alkohol
  7. Perbanyak makan omega-3
2. Terapkan Pola Makan Sehat

3. Jangan merokok

Jika anggota keluarga moms ada perokok aktif, mintalah ia agar berhenti. Pasalnya merokok menyebabkan pembuluh darah menyempit, yang dapat menyebabkan kenaikan darah tinggi. Hipertensi dan di atas 65 tahun memiliki risiko Alzheimer hampir 80 persen lebih tinggi dari pada mereka yang tidak pernah merokok. 

baca juga

4. Melatih Pikiran

Bermain catur dikenal sebagai olahraga yang baik bagi otak. Dengan bermain catur, orang tua diharapkan bisa mengasah dan menjadi pikun. Selain itu, ada beberapa lansia lain sering bermain memori, contohnya: teka teki silang bahkan sampai optical illusions. Peermainan tersebut membuat mereka berpikir dan menggunakan logika untuk memecahkan masalah.