Keutamaan sepuluh hari pertama Dzulhijah dijelaskan dalam hadits Ibnu‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma yang artinya:

“Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah).” Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.“ (HR. Abu Daud no. 2438, At Tirmidzi no. 757, Ibnu Majah no. 1727, dan Ahmad no. 1968)
 

Bulan Dzulhijjah adalah waktu yang tepat bagi setiap muslim untuk bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah. Ada beberapa keistimewaan dari bulan Dzulhijjah yang patut kita ketahui, beberapa diantaranya yaitu:

  1. Pada bulan Dzulhijjah umat Islam (bagi yang mampu) berkumpul di tempat yang sama untuk melaksanakan ibadah haji
  2. Terdapat hari bagi umat Islam melaksanakan ibadah kurban
  3. Bulan Dzulhijjah disebut asyhurul hurum (bulan-bulan haram) yang disucikan, sehingga pada bulan tersebut manusia dilarang untuk berperang kecuali dalam keadaaan terdesak
  4. Allah melipat gandakan pahala ibadah dan mengampuni dosa umat Islam terutama pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah
  5. Hari-hari dimana Allah membukakan pintu-pintu kemudahan dan keberkahan dan menutup pintu-pintu kesulitan.

Nah moms, setelah mengetahui keistimewaannya, maka kita harus memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik-baiknya. Amalan-amalan berikut bisa moms lakukan terutama di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah:

Keistimewaan Bulan Dzulhijjah, Lakukan 5 Amalan Ini di 10 Hari Pertama

Puasa dari Tanggal 1 Hingga 9 Dzulhijah

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari ‘Asyura’ (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya, awal bulan di hari Senin dan Kamis.” (HR. Abu Daud: 2437 dan An-Nasa’i:2374)

Puasa pada awal bulan Dzulhijjah memang telah dicontohkan oleh Rasulullah, moms. Puasa ini boleh dilakukan mulai tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah ataupun memilih hari-hari yang diinginkan. Namun, ada yang utama yaitu di tanggal 9 Dzulhijjah yang merupakan puasa arafah. Puasa arafah sebaiknya dilaksanakan oleh kaum muslimin yang tidak sedang melaksanakan haji. Seperti yang tercantum dalam hadist riwayat Muslim nomor 1162, orang yang melaksanakan puasa arafah akan dihapuskan dosanya setahun yang telah lalu dan setahun yang akan datang.

Memperbanyak Takbir

Ibnu ‘Abbas berkata, “Berdzikirlah kalian pada Allah di hari-hari yang ditentukan yaitu 10 hari pertama Dzulhijah dan juga pada hari-hari tasyriq.” (HR Bukhari)

Takbir ini tidak dikaitkan pada waktu-waktu tertentu. Jadi moms bisa mengeraskan lantunan takbir ketika berada di rumah, di pasar, masjid, maukun saat berjalan. Bacaan takbir antara lain sebagai berikut: Allahu Akbar,  Allahu Akbar,  Laa ilaha illallah,  Wallahu Akbar,  Allahu Akbar,  Walillahil Hamd. Selain takbir, moms juga dapat memperbanyak dzikir kepada Allah dengan bacaan tahlil, tasbih, tahmid, dan istighfar. Jangan lupa juga untuk membaca doa-doa.

Keistimewaan Bulan Dzulhijjah, Lakukan 5 Amalan Ini di 10 Hari Pertama

Melaksanakan Haji

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, “Amalan apa yang paling afdhol?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” Ada yang bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Jihad di jalan Allah.” Ada yang bertanya kembali, “Kemudian apa lagi?” “Haji mabrur”, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari no. 1519)

Banyak keutamaan yang akan didapat oleh muslim yang melaksanakan haji. Haji yang mabrur, tidak tercampur dengan dosa termasuk syirik dan maksiat, maka Allah akan membalasnya  dengan surga. Haji juga dapat menghapuskan kesalahan dan dosa-dosa, moms. Jadi, ketika ada kesempatan baik dalam segi materi, waktu, kesehatan, memohonlah pada Allah agar dipanggil untuk dapat mengunjungi rumah-Nya dan menjadi tamu-Nya. Insyaallah.

Berkurban

Ibunda ‘Aisyah radhiyallahu’anha menceritakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah anak Adam melakukan suatu amalan pada hari Nahr (Iedul Adha) yang lebih dicintai oleh Allah melebihi mengalirkan darah (qurban), maka hendaknya kalian merasa senang karenanya.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al Hakim)

Berkurban merupakan salah satu bentuk perbuatan saleh bagi umat Islam. Buat moms yang memiliki kelapangan materi, lebih baik berkurban setahun sekali. Iya moms, berkurban tidak hanya sekali saja, namun dapat dilakukan setiap tahun seumur hidup. Jangan lupa melakukan amalan sunnah untuk menyempurnakan pahala bagi moms yang berkurban tahun ini.

baca juga
Keistimewaan Bulan Dzulhijjah, Lakukan 5 Amalan Ini di 10 Hari Pertama

Beramal Saleh Lainnya

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah menjelaskan hal ini, beliau berkata “Sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan lebih utama dari sepuluh malam pertama dari bulan Dzulhijjah. Dan sepuluh hari pertama Dzulhijah lebih utama dari sepuluh hari terakhir Ramadhan.”
 
Amal saleh ini tidak ada batasannya. Moms bisa mulai dari aktivitas sehari-hari, misalnya menyempurnakan wudu dan shalat, memperbanyak sedekah, tilawah Al-Quran, hingga berbuat baik kepada orang-orang sekitar. Meskipun di sepuluh hari pertama Dzulhijjah sangat utama, sebaiknya amal saleh tadi moms lanjutkan hingga menjadi kebiasaan baik setiap hari.