Gempa bumi merupakan bencana yang dapat terjadi kapanpun dan dimanapun. Orang dewasa mungkin dapat bertindak cepat untuk menyelamatkan diri ketika terjadi gempa bumi, tapi bagaimana dengan anak-anak yang sedang tidak bersama orang tuanya? Oleh karena itu, sangat penting bagi orang tua atau guru untuk mengajarkan langkah-langkah berikut ini pada anak untuk melindungi diri jika terjadi gempa bumi ketika berada di sekolah. 

Tips Menghadapi Gempa Bumi, Ajarkan 7 Hal Ini Saat Anak Berada di Sekolah

Pertama, Sebaiknya orang tua atau guru memberikan pemahaman pada anak supaya tidak langsung panik saat terjadi gempa bumi ya moms, sebab panik berlebih malah dapat membuat anak tidak dapat berpikir jernih. Tetap tenang dan berdoa memohon perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Kedua, jika terjadi gempa bumi saat berada di dalam ruangan, dan memungkinkan dapat keluar dengan cepat, segeralah keluar dari bangunan untuk berkumpul di titik evakuasi. Tapi ingat ya moms, apabila gedung sekolah memiliki lift, jangan keluar melalui lift, karena dikhawatirkan terjadi kerusakan pada lift saat beroperasi.

Jika tidak memungkinkan untuk keluar, atau sangat berdesak-desakan, ingat tiga langkah ini moms: Drop, Cover, and Hold On (berlutut, berlindung, dan berpegangan). Maksudnya adalah ajarkan anak berlutut, berlindung di bawah meja atau benda yang kokoh, serta berpegangan pada kaki meja. Jangan keluar dari bawah meja sebelum gempa bumi reda.

Tips Menghadapi Gempa Bumi, Ajarkan 7 Hal Ini Saat Anak Berada di Sekolah

Ketiga, apabila dalam ruangan tidak ada meja atau benda kokoh yang dapat digunakan berlindung, gunakan tas, buku tebal, atau apapun yang dapat melindungi kepala dari reruntuhan. Sebisa mungkin menjauhlah dari kaca.

Keempat,  jika sedang berada di luar ruangan atau gedung, cari tempat terbuka, seperti lapangan yang jauh dari bangunan, pepohonan tinggi, lampu jalanan, atau tiang listrik. Hal tersebut bertujuan untuk menghindari diri agar tidak tertimpa bangunan, pohon, atau tiang listrik yang roboh

Kelima, andaikan sampai terjebak di dalam gedung atau ruangan, segera cari jalan keluar. Namun apabila tidak bisa menemukan jalan keluar, kirim pesan suara untuk meminta bantuan, seperti memukul benda atau gunakan siulan.

Keenam, jangan lupa untuk menutup hidung dan mulut menggunakan baju atau sapu tangan. Karena gempa bumi yang kuat dapat menimbulkan awan dan debu berbahaya.

Ketujuh, lakukan beberapa simulasi menyelamatkan diri dari gempa bumi dengan langkah-langkah di atas. Simulasi bertujuan agar anak mengetahui dan dapat menerapkan apa yang harus dilakukan jika terjadi gempa bumi, serta mereka bisa berbagi informasi kepada teman-teman sebayanya. 

Nah moms, itulah beberapa hal yang harus moms ajarkan pada anak jika terjadi gempa bumi di sekolah atau saat anak jauh dari jangkauan. Yang paling penting, kenalkan anak lebih dalam mengenai bencana ini agar mengurangi rasa panik. Semoga seluruh wilayah Indonesia kembali aman dari bencana ya, moms. Amin.