Zat besi memiliki fungsi yang sangat fital dalam kerja tubuh. Di dalam tubuh zat besi sekitar 70 persennya terdapat di hemoglobin yang berfungsi untuk transportasi oksigen dan cadangan makanan. Selain itu zat besi juga berperan untuk metabolisme tubuh dan fungsi enzim yang berperan dalam pembentukkan energi. Kebutuhan energi sendiri bergantung pada jensi kelamin dan usianya. Biasanya yang rentan kekurangan zat besi adalah anak yang lahir dari ibu mengidap anemia. Untuk itu jika moms mengalami anemia, pastikan periksakan anak moms ke dokter anak. Terutama terkait pemenuhan zat besinya.

Biasanya jika bayi atau balita yang kekurangan zat besi akan diberi tambahan vitamin zat besi. Pemberiannya pun di bawah pengawasan dokter anak ya moms. Tidak boleh sembarangan. Terlebih lagi jika bayi moms hanya mengonsumsi ASI. Hal ini tidak boleh terlambat ya moms. Karena bayi atau balita yang kekurangan zat besi memiliki serangkaian resiko.
 

Resiko Kurang Zat Besi Pada Anak

Pada bayi atau balita yang kurang zat besi, biasanya mengalami kesulitan dalam tumbuh kembangnya. Mulai dari  sulit naik berat badan, hingga sulit tumbuh tinggi. Moms wajib jeli dalam memperhatikan tumbuh kembang si kecil dengan rutin membawa ke posyandu atau dokter anak.

Resiko lainnya adalah terkait fungsi kognitifnya yang mengalami perlambatan. Dalam hal ini anak akan sulit mengingat, fokus, belajar dan mengolah bahasa. Anak moms juga mudah terpapar infeksi. Jika anak moms sudah berusia di atas satu tahun, anak akan mudah capek dan tidak lincah. Kondisi ini tentu menghambat anak untuk menyalurkan rasa penasaranya di usia yang keemasan tersebut.

Resiko Kurang Zat Besi Pada Anak
baca juga

Anak yang Berpeluang Mengalami Kekuranga Zat Besi

Kekurangan zat besi pada anak tak hanya berpeluang pada mereka yang lahir dari ibu anemia, tapi juga kondisi berikut ini:

  • Bayi yang lahir prematur atau berat badan rendah
  • Tidak mengonsumsi ASI dari usia di bawah satu tahun. Atau mereka yang sudah meminum susu sapi di bawah usia tersebut.
  • Makanan pendamping anak di usia enam bulan ke atas tidak memenuhi standar gizi untuk kebutuhan tumbuh kembangnya.
  • Anak yang mengonsumsi susu sapi atau kedelai dalam jumlah besar atau di atas 710 ml per hari. Sehingga anak berpeluang mengalami kurang zat besi, karena diprediksikan perutnya hanya mampu menampung susu, dan tidak bisa mengonsumsi makanan lainnya yang mengandung zat besi. Biasanya dialami anak berusia 1 hingga 5 tahun.
  • Anak yang tidak diberi daging dalam asupannya sehari-hari.
Anak yang Berpeluang Mengalami Kekuranga Zat Besi

Cegah Anak Kekurangan Zat Besi

Jika moms mengalami anemia saat hamil. Anda harus mulai waspada atas kondisi anak Anda. Mulailah buat komitmen untuk memberikan ASI ekskusif pada anak hingga 6 bulan. ASI mengandung berbagai maza gizi untuk kebutuhan bayi. Perikasa kan bayi secara rutin, dan diskusikan dengan dokter tentang kondisi si kecil. Saat anak sudah mulai mengonsumsi makanan pendamping ASI, buat menu makanan yang mengandung beragam gizi.

Cegah Anak Kekurangan Zat Besi

Kandungan zat besi hewani terdapat pada daging merah, ati ayam,  dan hidangan laut. Sedangkan untuk kandungan zat besi nabati terletak pada sayuran hijau seperti bayam, tempe,biji wijen dan buah kering. Pilih yang memungkinkan dapat moms olah untuk si kecil. Jangan lupa berikan makanan kaya akan vitamin C, agar penyerapan zat besi dapat berjalan maksimal dalam tubuhnya. Diskusikan dengan dokter anak Anda jika perlu diberikan tambahan vitamin zat besi.