Sejak dahulu nasi dimakan oleh sebagian besar penduduk Asia sebagai sumber karbohidrat utama dalam menu sehari-hari. Banyak pula masyarakat menganggap jika nasi merupakan bagian inti dari santap berat. Bahkan ada istilah ‘jika belum makan nasi, kita belum makan’.
Waduh! Kalau sudah begini tentu nasi tidak boleh terlewatkan di setiap santapan besar ya!

Semakin lama perubahan jaman terus berkembang, begitu juga dengan memasak beras. Jika jaman dahulu kita memasak nasi dengan api dan panci, kini rice cooker hadir dengan membawa kemudahan. Teknologi ini pun sudah tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Walau pada umumnya orang menghangatkan nasi selama berjam-jam di rice cooker, ada beberapa moms yang memilih untuk menyimpannya di kulkas. Lalu, nasi baru dihangatkan kembali jelang makan. Tapi, apakah ini aman bagi kesehatan keluarga?

Menghangatkan Nasi Sisa Berbahaya? Cari Tahu Fakta dan Cara yang Benar Yuk!

Dilansir dari HaiBunda, ahli diet Katherine Marengo LDN, RD menjelaskan memang pada umumnya orang mempercayai tidak boleh memanaskan atau menghangatkan nasi. Namun itu tidak benar. Moms bisa memanaskan kembali nasi, tapi pastikan nasi tersebut masih aman dikonsumsi.

Ia menuturkan jika, “Nasi lebih bermasalah ketimbang beberapa makanan sisa lainnya karena mungkin mengandung bakteri yang disebut Bacillus cereus, yang tetap bertahan meski sudah melewati beberapa proses memasak.”

Bakteri tersebut nantinya akan membuat makanan menjadi beracun dan jika dikonsumsi, tubuh akan memempertahankan diri dengan memberikan reaksi balik. Reaksi ini akan berujung pada diare, muntah, atau masalah kesehatan lain. So, kalau moms memiliki nasi sisa, moms bisa mengurangi pertumbuhan Bacillus cereus dengan mendinginkan makanan secepatnya dengan cara;

  1. Membagikan makanan ke wadah yang lebih dangkal dan menutupnya rapat
  2. Menaruh makanan panas langsung ke lemari es atau freezer
  3. TIdak membiarkan nasi atau makanan panas selama lebih dari 1 jam
Menghangatkan Nasi Sisa Berbahaya? Cari Tahu Fakta dan Cara yang Benar Yuk!

Lain lagi dengan saran yang diberikan Departemen Aglikultur Amerika Serikat. Mereka mengatakan agar lekas buang sisa makanan jika sudah disimpan di kulkas selama 3-4 hari dan di feezer 3-4 bulan. Suhu lokasi penyimpanan pun patut diperhatikan. Pasalnya, bakteri bisa tumbuh dengan cepat di suhu 4-60 derajat celcius.
 
Katherine juga membagikan tips mudah dan aman jika moms ingin menghangatkan nasi. Berikut 3 tips mudahnya:

baca juga

1. Microwave

Hangatkan 1 cangkir nasi dengan 1-2 sdm air. Kemudian panaskan nasi di microwave selama 3-4 menit atau hingga sangat panas. Pastikan suhu pemanas hingga 73 derajat Celcius.

1. Microwave

2. Minyak

Urai nasi sebelum menaruhnya di atas wajan. Dilanjutkan dengan memasukan nasi dan sedikit minyak, hingga nasi panas. Minyak di sini berfungsi agar nasi tidak lengket saat api menyala, sehingga hanya diperlukan sedikit.

baca juga

3. Kukusan

Alat kukus yang sudah disiapkan isi dengan air dan tutup hingga menididih. Setelah mendidih, masukan nasi lalu langkat jika dirasa sudah hangat.
 
Selamat mencoba!