Menyebabkan Sakit Maag

Ada hubungan antara stres dan sakit maag. Saat ibu hamil stres akan mempengaruhi selera makannya. Sama seperti orang pada umunya, saat stres nafsu makan bisa jadi berkurang sehingga menyebabkan asam lambung meningkat begitu pun pada ibu hamil. Risiko terserang penyakit maag lebih tinggi karena saat trimester pertama kehamilan, ibu sering mual, muntah dan sakit kepala, ini adalah dampak dari ngidam.

source: https://herbal-id.com

Masalah Kardiovaskular

Tingginya tingkat stres yang terus berlangsung lama dapat menyebabkan masalah kesehatan, seperti tekanan darah tinggi dan penyakit jantung. Saat Moms hamil, jenis stres ini dapat meningkatkan kemungkinan memiliki bayi prematur (lahir sebelum 37 minggu kehamilan) atau bayi dengan berat lahir rendah (BBLR). Bayi yang lahir terlalu cepat atau terlalu kecil berisiko tinggi mengalami masalah kesehatan.

source: https://family.fimela.com/
baca juga

Masalah Pencernaan

Stres selama kehamilan akan menyebabkan ketidaknyamanan kehamilan, seperti mual, sembelit, lelah atau sakit punggung. Hormon stress dapat menyebabkan mood kamu berubah sehingga menjadi sulit mengatasi stress. Otak akan mengirimkan signal ke perut sehingga saat stres ibu hamil bisa mengalami sembelit karena kurangnya asupan serat.

source: http://obatqnc.com/

Komplikasi Kehamilan

Hormon stres berperan dalam menyebabkan komplikasi kehamilan tertentu. Stres serius yang berlangsung lama dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh yang melindungi Moms dari infeksi. Hal ini dapat meningkatkan kemungkinan terkena infeksi rahim. Jenis infeksi ini bisa menyebabkan kelahiran prematur.

source: https://hellosehat.com/
baca juga

Menenangkan Diri Dengan Hal Negatif

Stres juga dapat mempengaruhi bagaimana Moms merespons situasi tertentu. Beberapa wanita mengatasi stres dengan merokok, minum alkohol atau minum obat-obatan terlarang, yang dapat menyebabkan masalah kehamilan.

source: https://www.youtube.com/

Melahirkan Caesar

Stressyang tidak mampu dikelola dengan baik oleh ibu hamil yang terjadi terus-menerus dapat menjadi lebih berat, ibu akan menjadi tidak bergairah, merasa lelah, letih dan tidak berdaya sehingga ia tidak bisa mendukung diri sendiri untuk melahirkan normal. Sehingga, sering kali ibu hamil dengan stres berat harus melahirkan saesar.