Kejang pada Anak

Kejang merupakan sebuah kondisi ketika otot-otot seseorang berkontraksi tak terkendali. Kejang ini dapat berlangsung selama beberapa detik atau beberapa menit. Selain itu, kejang juga mungkin terjadi pada bagian tertentu dari tubuh seseorang atau dapat mempengaruhi seluruh tubuhnya. Tanpa mengenal usia, kejang dapat terjadi pada anak-anak hingga orang dewasa. Namun, jika ini terjadi pada anak-anak, ada hal yang harus diperhatikan orangtua untuk mengetahui kondisi kesehatan si kecil yang menjadi penyebabnya.

Kenali Penyebab Kejang Pada Anak dan Cara Tepat Mengatasinya
source: https://www.epilepsy.com/


Penyebab Kejang

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kejang dapat terjadi karena banyak hal. Terlebih lagi jika kejang terjadi pada anak-anak. Itulah sebabnya penting bagi Mommy untuk mencari tahu apa penyebab kejang yang terjadi pada si kecil sedini mungkin. Nah, berikut ini adalah beberapa penyebab kejang yang mungkin dialami oleh seseorang:

  • Kejang Epilepsi

Kejang merupakan gejala umum yang terjadi pada seseorang dengan epilepsi. Dalam hal ini, epilepsi adalah suatu kondisi yang menyebabkan seseorang sering mengalami kejang akibat gangguan listrik di otak.

  • Kejang Demam

Menurut National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS), kejang demam dapat menyerang anak-anak antara usia 6 bulan dan 5 tahun yang sedang mengalami demam. Kejang demam menyebabkan kejang yang biasanya berlangsung hingga 5 menit. Kebanyakan dari kejang demam tidak memiliki dampak negatif yang berlangsung lama pada anak. Mereka umumnya tidak berbahaya dan tidak memerlukan perawatan.

  • Kejang Non-Epilepsi

Stres emosional ternyata juga dapat menyebabkan kejang. Dalam hal ini, menurut NINDS, kejang non-epilepsi adalah kejang yang tampak seperti epilepsi tetapi sebenarnya tidak terjadi karena gangguan listrik di otak. Para dokter biasanya mengaitkan kejang non-epilepsi sebagai penyakit "psikogenik". Dengan kata lain, gejala ini terjadi karena tekanan mental atau emosional. 

  • Diskinesia Kinesigenik Paroksismal

Menurut National Center for Advancing Translational Sciences (NCATS), paroksismal kinesigenic dyskinesia (PKD) adalah sebuah kondisi langka yang dapat menyebabkan kejang. Kejang PKD biasanya terjadi setelah seseorang mengalami gerakan tiba-tiba, seperti terkejut atau berdiri. Kejang biasanya berlangsung kurang dari 5 menit tetapi dalam beberapa kasus bisa lebih lama. Namun kejang ini perlahan akan berkurang seiring bertambahnya usia.

  • Reaksi Obat

Dalam kasus yang jarang terjadi, obat-obatan tertentu dapat menyebabkan epilepsi dengan kejang. Untuk tahu lebih lanjut, pastikan Mommy mencari info lanjut seputar obat-obatan yang dapat berpotensi menyebabkan kejang.

Kenali Penyebab Kejang Pada Anak dan Cara Tepat Mengatasinya
source: https://www.epilepsy.com/
baca juga


Cara Menangani Anak yang Kejang

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), saat seseorang mengalami kejang-kejang di sebagian besar tubuhnya, ada berbagai tindakan pertolongan pertama yang dapat dilakukan untuk membantunya, seperti:

  1. menempatkannya di lantai sehingga mereka tidak jatuh dan terluka
  2. memposisikan tubuh agar ia dapat bernafas lebih mudah
  3. membersihkan dan menjauhkan area dari benda-benda keras atau tajam
  4. letakkan sesuatu yang empuk dan lembut dengan permukaan rata di bawah kepalanya
  5. melepas kacamata jika ia menggunakannya
  6. melonggarkan atau melepas apa pun yang terikat atau terpasang di leher mereka, seperti dasi atau kalung
  7. memanggil ambulans jika kejang berlanjut selama lebih dari 5 menit
Kenali Penyebab Kejang Pada Anak dan Cara Tepat Mengatasinya
source: https://www.nct.org.uk/


Itulah beberapa hal yang harus Mommy pahami seputar gejala kejang. Jika si kecil mengalami kejang, hal pertama yang harus dilakukan adalah memastikan mereka dalam kondisi yang aman. Jika kejang tidak berhenti setelah 5 menit, segera hubungi ambulans atau bawa ke IGD terdekat. Selain itu, apabila kejang terjadi secara teratur, penting untuk berbicara dengan dokter untuk menentukan penyebabnya.