Menjalani Hidup Sehat Bersama


Mungkin sebelum istri hamil, kamu berdua sangat suka jajan di pinggir jalan atau makan fast food, tapi setelah istri hamil pola makan bakalan langsung berubah lho, Ayah. Istri harus benar-benar memerhatikan asupan makanan yang masuk ke tubuh karena akan sangat berpengaruh untuk kesehatan janin. Makanya jika istri saja harus mulai hidup sehat dengan menjaga makanan dan olahraga ringan, tentu kamu sebagai calon Ayah juga harus menemaninya. Buat Ayah yang merokok, ayo kamu harus berhenti karena asapnya tidak baik untuk kesehatan janin. 


Pelajari Hal Dasar Proses Persalinan
Dari hamil hingga proses kehamilan bukanlah sebuah hal yang mudah untuk dijalankan seorang ibu. Sebagai calon Ayah, kamu harus mulai memerhatikan dan memelajari seluruh proses tersebut. Membersarkan anak bukan hanya tugas istri, kan? Temani istri ikut kelas ibu hamil, teknik persalinan, juga pelajari cara memijat ibu hamil. Istri membutuhkan dukungan kamu selama 9 bulan proses hamil hingga bersalin. Sebaiknya kamu berdiskusi dengan istri dukungan apa saja yang ia butuhkan sehingga kamu mulai bisa mengumpulkan informasi. Jika perlu tanyalah kepada dokter ketika istri sedang memeriksakan kesehatan janinnya. 


Ringankan Beban Istri dengan Membantu Pekerjaan Rumah
Yuk, ringankan beban pekerjaan istri dengan membantunya menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Bekerja atau ibu rumah tangga, tetap saja daya tahan tubuh istri akan menurun ketika hamil. Kamu sebagai calon Ayah yang sigap sebaiknya berkompromi dengan istri mengenai pekerjaan rumah tangga. Bisa kan kamu menggantikan istri menyapu dan mengepel setiap malam. Atau, kamu juga bisa memasak untuk istri di rumah. Pokoknya usahakan agar istri tidak terlalu lelah supaya buah hati di dalam perut tetap sehat. 
 
source: https://readthespirit-wpengine.netdna-ssl.com/


Menyiapkan Mental untuk Mendampingi Istri Melahirkan


Tidak semua calon Ayah siap mendampingi istri saat melahirkan. Biasanya calon Ayah tidak kuat melihat prosesnya, atau takut melihat darah. Karena itulah kamu harus mempersiapkan mental. Kehadiran suami dan orang terdekat akan sangat berarti ketika proses persalinan lho, Ayah. Karena itu bersiaplah. Istri dan buah hati membutuhkan kamu. Mulai tandai kalender kamu kapan kira-kira istri akan bersalin, hubungi keluarga terdekat juga agar bersiap-siap pula untuk ikut mendampingi. 


Siap-siap Jam Tidur Tidak Teratur


Buah hati sudah lahir tentu sebuah hal yang membahagiakan. Tapi kamu juga harus bersiap dengan segala hal yang berhubungan dengan merawat bayi. Bukan cuma tawa buah hati saja yang akan kamu lihat, tangisan dan rengekan anak ketika popoknya sudah kotor, tangisan ketika minta makan. Sudah dipastikan jam tidur kamu tidak teratur. Kamu jangan enak-enak tidur ketika buah hati menangis tengah malam. Merawat bayi bukan tugas seorang bayi saja, kamu sebagai Ayah juga harus membantu, ya.


Siap-siap Rumah Berantakan


Tumpukan popok, bak untuk memandikan bayi di kamar mandi, botol susu di kamar tidur. Pokoknya rumah sudah pasti berantakan, deh. Popok dengan kotoran, muntahan bayi, pakaian kotor. Hal ini tidak akan bisa terhindari. Kamu harus terus mendampingi istri dan bantu membersihkan semuanya. Menjadi orang tua adalah kerja tim. Selelah apapun kamu sepulang kantor, jika istri minta kamu membantu mengganti popok atau mencuci botol susu yang kotor, kamu harus bantu.