Pertimbangkan Usia Anak 

Tips Mendekatkan Anak dengan Orangtua Sambungnya, Coba 4 Langkah Ini
source: https://goodmenproject.com/

Anak dengan usia yang lebih kecil cenderung lebih mudah untuk beradaptasi dengan orang baru. Mommy juga akan lebih mudah untuk membuatnya dekat dengan calon ayah barunya. Hal ini tentu akan jauh berbeda dengan anak yang lebih besar. Anak-anak dengan usia lebih besar sudah memiliki ikatan yang kuat dengan kedua orangtuanya. Ini tentu akan membuat mereka melalui tahapan yang sulit saat melihat orangtuanya berpisah. Kemudian semuanya berlanjut dengan tahapan mengenal orang baru dalam kehidupannya bersama ayah atau ibunya secara terpisah.


Komunikasikan dengan Si Kecil Sejak Awal

Tips Mendekatkan Anak dengan Orangtua Sambungnya, Coba 4 Langkah Ini
source: https://www.cbc.ca/

Saat anakmu sudah bisa diajak berkomunikasi dan lebih memahami arti keluarga, jangan sepelekan peran mereka dalam menentukan apakah seseorang benar-benar bisa masuk ke dalam lingkaran keluargamu. Tentu ini juga harus diawali dengan pembicaraan yang matang. Katakan bahwa setelah berpisah dengan ayahnya, Mommy perlu untuk membuka hati dan memulai kehidupan dengan orang lain. Tekankan bahwa menikah lagi tidak akan mengurangi rasa sayang dan cintamu padanya. 

baca juga


Perkenalkan Anak dengan Pasanganmu

Tips Mendekatkan Anak dengan Orangtua Sambungnya, Coba 4 Langkah Ini
source: https://www.huffingtonpost.com/

Memperkenalkan anak dengan pasanganmu sejak awal adalah salah satu hal utama yang harus dilakukan sebelum hubunganmu dengannya menjadi semakin serius. Perhatikan betul bagaimana dia bisa menjalin hubungan baik dengan anakmu. Lihat juga bagaimana si kecil merespon orang baru ini. Semua mungkin akan membutuhkan tahapan yang panjang. Namun, ini tidak boleh disepelekan untuk menghindari kegagalan pernikahan yang kedua. 


Jangan Paksakan, Biarkan Semuanya Mendekat Secara Alami

Tips Mendekatkan Anak dengan Orangtua Sambungnya, Coba 4 Langkah Ini
source: https://familymaven.io/

Pahamilah bahwa tiap anak memiliki karakter yang berbeda satu sama lain. Kenali betul hal ini untuk benar-benar membuka ruang dan peluang besar bagi calon ayah barunya dekat dengan si kecil. Namun, itu semua membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Mungkin tahapan adaptasi ini akan terus berjalan setelah pernikahan terjadi. Hargailah apa pun yang menjadi keputusan dan sikap anak. Misalnya saat anak masih merasa tidak nyaman memanggil ayah barunya dengan panggilan "papa", "ayah", atau "bapak". Biarkan mereka bertahan dengan apa yang membuatnya merasa lebih baik, termasuk jika ia memilih untuk tetap memanggil suami barumu dengan panggilan "om".