Tanam Benang

Berbeda dengan operasi plastik, meremajakan kulit dengan metode tanam benang dilakukan tanpa melakukan tindakan pada jaringan-jaringan kulit. Tidak hanya itu, proses dari tanam benang sendiri juga cenderung lebih cepat. Pemulihannya pun tidak memakan waktu lama. Disamping itu, prosedur pengerjaan tanam benang juga dikatakan tidak menyakitkan dengan biaya yang relatif lebih murah.

Mengencangkan Kulit Wajah dengan Tanam Benang, Bahaya atau Tidak Ya?
source: http://www.thirzaskin.com/


Prosedur Tanam Benang

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, tanam benang membutuhkan waktu yang relatif lebih singkat. Prosedurnya diawali dengan penyuntikan atau pengolesan obat bius lokal di area wajah yang akan menjalani proses tanam benang. Kemudian dilanjutkan dengan pemasukan benang khusus ke bagian bawah kulit. Nah, benang inilah yang nantinya digunakan untuk memberikan efek kulit yang lebih terangkat dan kencang.

Mengencangkan Kulit Wajah dengan Tanam Benang, Bahaya atau Tidak Ya?
source: http://caramerawatwajahanda.blogspot.com/
baca juga


Efek Samping dan Risiko Tanam Benang

Setelah menjalani prosedur tanam benang, efek samping yang biasa dialami oleh para pasien adalah rasa nyeri di area belakang telinga serta rasa tidak nyaman di wajah. Di samping itu, sebagian orang juga mengatakan bahwa mereka juga mengalami pembengkakan, memar, hingga rasa sulit untuk membuka mulut setelah tanam benang dilakukan. Bahkan ada pula yang mengalami keluhan dan gejala tidak nyaman hingga satu-dua minggu setelah tindakan.

Mengencangkan Kulit Wajah dengan Tanam Benang, Bahaya atau Tidak Ya?
source: https://hellosehat.com/

Pahami juga bahwa metode tanam benang ini akan menimbulkan efek samping yang tidak biasa di awal setelah tindakan. Salah satunya adalah kulit wajah yang terlihat sedikit mengerut. Jika ini terjadi, jangan khawatir karena ini akan memudar dalam waktu sekitar 2 hingga 3 minggu.

Di sisi lain, meskipun tindakan tanam benang merupakan salah satu prosedur kecantikan yang aman, tetap ada beberapa risiko yang mungkin terjadi, seperti:

  • Infeksi
  • Rasa nyeri pada area ujung yang tertanam benang
  • Penggumpalan atau akumulasi darah (hematoma)
  • Benang yang putus
  • Benang yang bergeser
  • Benang yang terlihat

Itulah sebabnya, sangat penting untuk secara rutin dan teratur melakukan kontrol setelah menjalani tindakan. Hal ini berguna untuk mendapatkan kontrol dan pemeriksaan sehingga komplikasi yang tidak diinginkan dapat dicegah.


Jadi, Apakah Tanam Benang Itu Aman?

Prosedur kecantikan tanam benang memang terbukti dapat membantu memberikan efek instan untuk kulit wajah yang muda, kencang, dan segar. Apalagi jika harus dibandingkan dengan operasi plastik yang membutuhkan prosedur lebih panjang dan biaya yang besar. Namun, pahami juga bahwa peremajaan kulit dengan metode tanam benang hanya bersifat sementara. Efeknya juga hanya akan tampak selama kurang lebih satu atau dua tahun saja. Untuk tampilan yang lebih tahan lama, diperlukan penanaman ulang benang untuk mengembalikan penampilan awet muda. 

Mengencangkan Kulit Wajah dengan Tanam Benang, Bahaya atau Tidak Ya?
source: https://glitzmedia.co/

Mempertimbangkan efek samping dan risiko yang dapat dialami selama menjalani prosedur, para dokter cenderung tidak menganjurkan metode tanam benang ini untuk dilakukan demi meremajakan kulit. Apalagi dengan hasilnya yang tidak permanen dan membutuhkan perawatan yang berulang. Namun, jika Mommy tertarik untuk mencoba, lakukanlah konsultasi terlebih dahulu pada dokter untuk mengetahui lebih rinci sisi positif dan negatif yang lebih lengkap dan menyeluruh mengenai prosedur tanam benang ini.