Pawai Obor

Pawai obor merupakan salah satu tradisi menyambut 1 Muharram paling sering dilakukan oleh masyarakat di pulau Jawa. Bahkan kegiatan ini sudah menjadi agenda tahunan di beberapa daerah, salah satunya Jakarta. Pada tanggal 31 Agustus 2019 petang nanti, Pemprov DKI Jakarta juga menggelar Jakarta Muharram Festival di Bundaran HI.

Tak hanya pawai obor, namun rangkaian acara juga diisi dengan berbagai atraksi tari, lagu keagamaan, sholawat nabi, dan dimeriahkan oleh artis dan band nasional. Saefullah, Sekda DKI Jakarta juga menyebutkan bahwa kemeriahan acara akan disertai pula oleh tausiyah oleh Ustadz Maulana dan Ustadz Syamsuddin Noor hingga doa bersama sebagai peringatan pergantian tahun baru Hijriah.

Ragam Tradisi Sambut Tahun Baru Hijriah 1 Muharram, Dari Pawai Obor Sampai Bubur Khas Daerah

Siapa yang mengenal ‘oncor’? Di masa dahulu, orang-orang menggunakan seruas batang bambu yang diisi minyak tanah untuk membuat obor sederhana. Pada bagian ujung, disumbatkan kain agar api bisa menyala dalam waktu lama. Semua perasaan rindu bisa bikin haru, apalagi buat moms yang pernah tinggal  di lingkungan pedesaan. Suasana hening, temaram kerlap-kerlip cahaya yang berasal dari api memunculkan berjuta kenangan kembali.
 
Namun sekarang sudah muncul obor generasi milenial dengan bahan logam. Dengan daya baterai, cahayanya bisa di matikan atau nyalakan sesuai keinginan. Tinggal pencet tombolnya, lebih praktis dan meminimalisir risiko kebakaran.

Perubahan zaman ini ternyata tak mengikiskan semangat menyambut tahun baru Islam dengan pawai obor. Sambil melantunkan puji-pujian kepada Allah Ta’ala dan shalawat Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam, para peserta pawai akan berkeliling jalan kaki melalui rute yang sudah ditentukan. Semarak kebahagian itu dapat diikuti oleh anak-anak maupun orang dewasa.

Ragam Tradisi Sambut Tahun Baru Hijriah 1 Muharram, Dari Pawai Obor Sampai Bubur Khas Daerah

Bubur Madura

Masyarakat Madura punya cara sendiri dalam menyambut tahun baru Islam. Biasanya para wanita akan memasak bubur atau tajin. Beberapa kota lain punya penyebutan berbeda, misalnya di Bangkalan yang menyebutnya  Tajin Peddis dan kota di Sumenep disebut Tajin Sorah. Tradisi ini terus berlangsung dan menjadi kuliner khas di bulan Muharram. 

Tajin Peddis merupakan sebutan untuk tajin pedas. Meskipun begitu, rasanya tidak pedas namun gurih dengan irisan cabai di atasnya. Menu ini juga dilengkapi dengan potongan telur dadar, sambal goreng tempe, kecambah, dan kacang uleg serta seledri. Hampir sama dengan Tajin Peddis, Tajin Sorah atau Suro juga memiliki topping sama, namun ada kuah yang menambah citarasa bubur.

baca juga
youtube:TGrwVO_kBCs
source: https://youtu.be/TGrwVO_kBCs
Ceramah Singkat: Menyambut Tahun Baru Islam - Ustadz Mizan Qudsiyah, Lc.

Bubur Asyura

Beralih ke pulau Kalimantan, terdapat makanan khas yang hanya dibuat ketika masuk bulan Muharram. Namanya bubur Asyura, terbuat dari beras yang dimasak dengan santan kelapa serta di campur dengan berbagai sayuran.

Ceramah Keagamaan

Kebanyakan masjid-masjid akan menyelenggarakan ceramah keagamaan untuk memperingati 1 Muharram. Hal ini juga menjadi kesempatan untuk memperbanyak doa dan mengingat Allah SWT. Tradisi ini yang hendaknya diserukan agar kita sebagai umat Islam tetap mendapat bimbingan ketika melangkah ke tahun baru yang selanjutnya.


Itulah beberapa tradisi yang biasanya dilakukan untuk menyambut tahun baru Hijriah. Bagaimana dengan daerah yang moms tinggali? Apakah ada tradisi unik dan menarik? Apapun aktivitasnya, semoga moms dan keluarga selalu mendapat petunjuk Allah dalam menjalani hari-hari selanjutnya.  Selamat tahun bari 1441 H. Barakallah.