Kenapa Anak Menyakiti Binatang? Ini Alasan dan Cara Menanganinya!

Moms perlu khawatir apabila perilaku menyiksa binatang dilakukan dengan sengaja. Seperti menarik bagian tubuh serangga hingga putus, menendang, menduduki punggung kucing atau melakukan siksaan fisik lainnya. Jadi apa sebenarnya motivasi anak menyakiti binantang?

Si kecil sangat mudah meniru dan mengingat apa yang dilihatnya, moms. Bisa saja perbuatannya menyakiti binatang adalah karena ia melihat dan meniru perbuatan orang lain. Menurut data statistik, 30 persen anak yang menyaksikan kekerasan dalam rumah tangga merefleksikannya dengan melakukan hal serupa pada hewan peliharaannya. Hal ini dilakukan karena anak menganggap bahwa kekerasan adalah suatu hal yang biasa dan wajar dilakukan. Moms perlu hati-hati dan mengubah cara mendidk anak ya. Jangan sampai anak beranggapan kekerasan adalah suatu hal yang biasa.

Rasa ingin tau anak yang besar juga mendorong anak untuk menyakiti binatang. Misalnya anak ingin tahu apa yang terjadi apabila kaki atau sayap serangga ditarik hingga putus. Apakah akan mengeluarkan darah? Selain itu anak juga dapat melakukan penyiksaan pada hewan karena dorongan dari temannya. Misalnya untuk ajang pamer atau solidaritas bersama-sama menyakiti binatang.

Alasan lainnya,  anak dapat melakukan kekerasan terhadap binatang sebagai media balas dendam dan pelampiasan. Misalnya setelah bertengkar dengan kakaknya. Ketika anak mengalami fobia atau ketakutan yang berlebih pada binatang, mungkin saja akan melakukan kekerasan pada binatang, dan ia akan menganggap tindakannya ini sebagai pencegahan supaya binatang tersebut tidak menyerang dirinya.

Kenapa Anak Menyakiti Binatang? Ini Alasan dan Cara Menanganinya!

Lalu apa yang harus moms lakukan apabila anak melakukan tindakan tersebut? Sebagai orang tua, tugas moms adalah menanamkan kepada anak akan rasa menghargai dan menyayangi terhadap semua makhluk, termasuk binatang ya moms.

Ketika melihat anak mulai menyakiti binatang, moms perlu menjelaskan pada mereka bahwa apa yang mereka lakukan tak boleh diulangi.  Jelaskan pada mereka bahwa binatang juga bisa merasakan sakit ketika bagian tubuhnya ditarik sampai putus, dinaiki punggungnya, ataupun saat diinjak. Tumbuhkan sikap empati anak dengan mengatakan, “Kalau binatang itu mati, ibunya akan sedih dan menangis.” Itulah sebabnya ia tidak boleh menyakiti binantang.

Menurut dr. Dono Baswardono, Psych, Graph, AISEC, MA, Ph.D, yang merupakan seorang psychoanalyst, graphologist, sexologist, serta merriage & familiy  therapist memberikan tips supaya orang tua segera melakukan tindakan tegas berupa larangan. Jika tidak, anak tidak akan mengetahui bahwa perbuatannya salah, sehingga kelak akan terus mengulanginya.

Apalagi jika ia menemukan keasyikan tersendiri dari perilaku tersebut. Mungkin dikemudian hari si kecil mengalihkan perbuatannya kepada objek hidup lain, misalnya teman-temannya. Jika moms tidak bersikap tegas, dikhawatirkan perbuatan ini akan terus menetap hingga anak beranjak dewasa.

baca juga
Kenapa Anak Menyakiti Binatang? Ini Alasan dan Cara Menanganinya!

Ajarkan pada anak bahwa menyayangi binatang merupakan aturan yang berlaku di lingkungan sekitar. Ajak ia merawat peliharan dengan memberi makan. Ajak juga anak belajar dari kehidupan binatang , misalnya melalui bacaan, film dan kegiatan sehari-hari.

Sebagai contoh tunjukkan bahwa semut adalah makhluk kecil yang sangat kuat dan rajin. Tanamkan bahwa jika menyayangi binatang maka binatang juga akan tahu jika dia disayangi dan akan menyayangi manusia.