Pahami Kandungan Bahan Aktif

5 Cara Mencegah Pembelian Skincare yang Tak Cocok dengan Kulit
source: https://www.vichy.sg/

Bahan yang terkandung dalam sebuah skincare biasanya akan diurutkan menurun, dimulai dengan kandungan terbesar dalam produk (biasanya adalah air). Bahan dengan kandungan kurang dari 1 persen biasanya dicantumkan dalam urutan yang lebih acak. Pastikan selalu memeriksa konsentrasi bahan. Banyak produk yang mencantumkan Co-Q10, zat yang membantu mencegah kerusakan pada lipid pada permukaan kulit, hanya terkandung jauh lebih sedikit daripada yang disebutkan label. 


Perhatikan Tanggal Kedaluwarsa

5 Cara Mencegah Pembelian Skincare yang Tak Cocok dengan Kulit
source: https://www.skincarebyalana.com/

Produk yang sudah kedaluwarsa dapat membawa bakteri berbahaya yang berpotensi menyebabkan iritasi, ruam, noda, dan infeksi kulit. Cari informasi mengenai batas penggunaan setelah pembukaan kemasan (PAO). Jika simbol PAO memiliki 12M di atasnya, produk akan kedaluwarsa 12 bulan setelah segel dibuka. Catat tanggal kapan tutup wadah tersebut dibuka untuk memastikan batasan waktunya. 

baca juga


Periksa Kandungan Sunscreen

5 Cara Mencegah Pembelian Skincare yang Tak Cocok dengan Kulit
source: https://www.allure.com/

Sebagian produk pelembap atau moisturizer mengandung tabir surya fisik dengan SPF 30 atau lebih. Lotion pelembap bibir atau lipstik juga harus memiliki tabir surya fisik dengan jumlah minimal SPF 15 atau lebih besar. Sunblock fisik berperan sebagai penghalang atau pelindung kulit untuk paparan dari sinar UV.


Kandungan yang Cocok Sesuai Jenis Kulit

Tergantung pada apakah Mommy memiliki kulit sensitif, kering atau berminyak, Mommy tentu harus tahu bahan-bahan tertentu yang harus dipilih dan bahan-bahan lain yang harus dihindari, seperti:

  • Kulit Sensitif. Jika kamu memiliki kulit sensitif, semakin sedikit bahan aktif dalam produk akan semakin baik. Jangan gunakan terlalu banyak produk skincare anti penuaan. Sebaliknya, cari bahan-bahan yang menenangkan seperti polifenol teh hijau, chamomile dan lidah buaya.
  • Kulit Kering. Gunakan salep atau krim yang cenderung lebih efektif dan tidak menyebabkan iritasi pada kulit kering. Cari krim atau salep yang mengandung minyak zaitun, minyak jojoba, atau shea butter. Menurut American Academy of Dermatology, bahan-bahan lain yang membantu masalah kulit kering adalah asam laktat, urea, asam hialuronat, gliserin, lanolin dan minyak mineral.
  • Kulit Berminyak. Gunakan pembersih dengan busa yang bebas minyak dan tidak mengandung komedogenik (tidak menyumbat pori-pori) yang mengandung asam salisilat atau benzoil peroksida untuk menghindari munculnya jerawat. Kulit berminyak juga tetap butuh pelembab. Pilih formula ringan, non-komedogenik dan mengandung tabir surya.
5 Cara Mencegah Pembelian Skincare yang Tak Cocok dengan Kulit
source: https://www.vogue.in/
baca juga


Hindari Bahan-Bahan yang Berisiko Mengiritasi Kulit

Terlepas dari jenis kulitmu, kamu juga harus menghindari bahan-bahan yang dapat mengiritasi kulit, seperti paraben, pewarna atau pewangi, silikon, dan dimetikon. Berikut adalah beberapa bahan khusus yang harus dihindari, bergantung pada jenis kulit:

  • Kulit Sensitif. Hindari natrium lauril sulfat dan amonium lauret sulfat, atau deterjen keras yang biasa digunakan dalam pembersih wajah. Hindari juga sabun yang memecah lemak alami di kulit. Selain itu, hindari alkohol, pewangi dan deterjen. Asam lipoat, asam glikolat, dan asam salisilat dapat mengiritasi kulit sensitif.
  • Kulit Kering. Hindari menggunakan sabun atau produk perawatan kulit yang mengandung alkohol, pewangi atau asam alfa-hidroksi (AHA). Menghindari bahan-bahan ini akan membantu kulitmu mempertahankan minyak alami.
  • Kulit Berminyak. Hindari produk dengan cocoa butter, pewangi, kayu manis dan minyak kelapa untuk mencegah munculnya jerawat di kulit.