Peran Ibu Sebagai Guru

Di sekolah anak akan berlajar dengan tenaga professional yang di sebut guru matematika, guru fisika atau ahli-ahli lainnya. Namun saat di rumah tentu ibu adalah ahlinya yang mengajarkan banyak hal.

Sebagimana pepatah Arab “Al Ummu Madrasah Al Ulaa” yang artinya ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya, peran ibu sebagai guru di rumah bukan hanya menjelaskan matematika namun juga mencontohkan etika. Terlihat mudah memang namun rumit. Tapi saat moms mampu menjadi guru yang baik bagi anak maka saat itulah nilai-nilai positif yang diinginkan akan tumbuh pada anak.

Pentingnya Peran Ibu Jadi Guru Pertama Bagi Anak, Apa Saja Manfaatnya?

Cara Menjadi Guru yang Baik Bagi Anak

Menjadi guru yang baik mungkin idaman tiap ibu di rumah. Sayangnya moms, hebatnya anak bukan sekedar ajaran saja namun juga teladan. Oleh karena itu, moms juga harus jadi teladan yang baik. Menjadi contoh yang baik lebih baik dari pada ribuan nasihat bijak. 

Jangan berikan paksaan pada anak juga adalah cara menjadi guru yang baik bagi anak, sebab memaksa si kecil untuk mempelajari hal baru hanya akan menghilangkan minat belajar anak. selain itu gunakan metode belajar yang menyenangkan  agar anak tidak bosan. Dan sebaiknya rutinkan kegiatan belajar agar menjadi kebiasaan anak.

Berilah dukungan, kesabaran, dan pengertian pada anak agar merasa nyaman dalam belajar. Jangan lupa memberi anak waktu beristirahat agar si kelcil lebih rileks yang tidak terbebani.

Pentingnya Peran Ibu Jadi Guru Pertama Bagi Anak, Apa Saja Manfaatnya?

Manfaat Jadi Guru Pribadi Anak

Dengan menjadi guru, pendamping dan sumber bagi anak moms bukan hanya akan memintarkan anak namun juga memperoleh manfaat lain. Manfaat jadi guru pribadi anak misalnya dapat menumbuhkan rasa emosional yang hangat antara orangtua dan anak. Dengan menjadi semakin dekat maka rasa emosional seperti empati dan peduli antarkeduanya akan makin tumbuh.

Dan walaupun orang tua menjadi guru namun adakala dengan mengenalkan ilmu baru juga bisa menumbuhkan kecerdasan bagi orangtua. Beberapa pertanyaan kritis dari anak bisa membuat ibu mengasah kembali ilmu pengetahuan serta menumbuhkan kecerdasan baru.

Dengan sering belajar dengan anak ibu bisa mengetahui kelemahan dan kelebihan anak serta mengarahkan anak pada hal-hal bersifat positif. Misalnya dengan memberikan pelajaran etika yang mungkin dalam kehidupan sosial dengan temannya anak sering mudah terpengaruh. Cara-cara tersebut mampu mengurangi kenakalan negatif pada anak.

Nah, begitulah moms peran ibu dalam menjadi guru pertama bagi anak. Dan hanya dengan cara tepatlah ilmu yang disampaikan dapat  dimengerti yang kelak menjadikan anak lebih positif. Semoga info bermanfaat ya moms.