Cara mengatasi pelecehan seksual terhadap perempuan

Jagat dunia sosial media kembali dihebohkan tentang berita pelecehan seksual secara verbal terhadap perempuan di perempatan jalan di Bekasi, Jawa Barat.

Dilansir dari Wolipop, korban bernama Nae. Berdasarkan cerita sang teman yang viral di media sosial, Nae dilecehkan secara verbal oleh seorang pria yang tak dia kenal saat motornya berhenti di lampu merah Revo Town (Bekasi Square), Selasa (3/9/2019) sore.

6 Cara Menghadapi Pelecehan Seksual Agar Si Pelaku Jera
source: https://m.klikdokter.com/amp/3616246/4-tips-sederhana-untuk-hindari-pelecehan-seksual

Nae pun menambah daftar panjang perempuan korban pelecehan seksual di ruang publik. Menurut survei Change.org terhadap 62 ribu warga Indonesia pada akhir 2018, 3 dari 5 perempuan pernah mengalami pelecehan seksual. Turut terungkap pula bahwa 33 persen kasus pelecehan terjadi di jalanan umum.

Jika hal tersebut terjadi pada diri Moms. Bagaimana cara mengatasinya?

1. Menyiapkan semprotan lada atau bubuk cabe

Jika Moms memiliki botol bekas parfum semprot, jangan dulu dibuang ya. Moms bisa mengisinya dengan cairan lada atau cairan bubuk cabe, lalu ditaruh dalam tas. Jika sewaktu-waktu Moms mengalami pelecehan seksual bisa langsung menyemprotkannya ke pelaku. Hal ini juga sangat berguna bagi Moms yang sering pulang malam, karena lebih rentan mengalami pelecehan seksual.

6 Cara Menghadapi Pelecehan Seksual Agar Si Pelaku Jera
source: https://www.kabarpenumpang.com/semprotan-merica-masih-ampuh-melawan-penjahat/amp/

2. Bersikap tegas dan berani menegur

Tak dapat dipungkiri, transportasi umum seperti bus dan kereta kerap menjadi tempat melakukan pelecehan seksual, apalagi jika kondisi penuh dan berdesak-desakkan. Biasanya pelaku akan melakukan pelecehan seksual secara fisik kepada korbannya. Dalam hal ini, Moms harus lebih waspada dan hati-hati. Jika mengalami hal demikian, segeralah berganti posisi dan tegur secara tegas dan lantang agar ia merasa dipermalukan dan orang di sekitar pun akan ikut memperhatikannya.

Dengan begitu ia tidak akan berani lagi melakukan hal tersebut. Moms juga bisa segera memberitahu satpam atau petugas kendaraan umum tersebut agar menurunkannya segera di pemberhentian selanjutnya.

baca juga

3. Bekali diri dengan pengetahuan bela diri

Moms perlu mempelajari pengetahuan dasar bela diri, karena sebagai perempuan harus dapat membela diri apa bila pelecehan seksual yang diterimanya sudah berupa paksaan fisik atau mengarah ke pemerkosaan bahkan penculikan. Apabila hal seperti ini terjadi, setidaknya Moms bisa melakukan perlawanan seperti menendang alat kemaluannya, mendorong, memukul, dan lain-lain. Tidak harus hebat dalam berkelahi, namun setidaknya bisa menjaga diri dari tindak kejahatan yang mungkin terjadi, yang diawali dengan pelecehan seksual.

6 Cara Menghadapi Pelecehan Seksual Agar Si Pelaku Jera
source: https://hammermma.com/self-defense.cfm

4. Bercerita dengan orang terdekat

Jika Moms menjadi korban pelecehan seksual, jangan ragu untuk bercerita pada orang terdekat Moms. Banyak korban yang merasa malu dengan kondisi tersebut, padahal dalam hal ini korban tidak dapat menjadi pihak yang disalahkan. Jadi Moms tidak perlu malu untuk menceritakan hal tersebut pada orang lain.

5. Membagikan pengalaman di sosial media atau blog

Berbagi cerita dengan orang-orang yang ada di sekitar Moms atau jika ingin cakupannya lebih luas, Moms bisa berbagi cerita di media sosial atau blog. Tujuan dari berbagi cerita sangatlah sederhana, Moms bisa membuat orang-orang di luar sana untuk lebih peka dan juga waspada terhadap modus yang dilakukan pelaku pelecehan seksual.

6 Cara Menghadapi Pelecehan Seksual Agar Si Pelaku Jera
source: https://techno.okezone.com/read/2019/05/23/92/2059547/ini-cara-aman-gunakan-vpn-untuk-buka-akses-media-sosial

6. Laporkan kepada pihak berwajib

Indonesia adalah negara hukum, pun untuk kasus pelecehan seksual ini. Jangan takut untuk melaporkan kepada pihak berwajib apabila Moms mengalami pelecehan seksual tersebut, baik yang berupa fisik ataupun verbal. Karena perempuan patut untuk dihargai dan dipandang sederajat, sehingga tidak ada yang bisa memperlakukan mereka dengan semena-mena, apa lagi sampai melakukan pelecehan. Jangan diam, karena hal itu malah semakin membuat para pelaku merasa aman untuk terus melakukan tindakan tersebut.