Kabut asap

Kabut asap merupakan jenis polusi udara yang dihasilkan dari campuran beberapa gas dan partikel yang bereaksi dengan sinar matahari. Gas-gas yang terlibat dalam proses ini adalah karbon dioksida (CO2), karbon monoksida (CO), nitrogen oksida (NO2), sulfur oksida (SO2), senyawa organik volatil (VOC), dan ozon. Sementara itu, partikel-partikel yang terdapat dalam kabut asap adalah asap itu sendiri, debu, pasir, dan serbuk sari.

Menurut dr. Frans Abednego Barus, Sp.P., sebenarnya udara baik itu secara mudah diketahui kalau kita bernapas. Namun mengenai kualitas udara, harus dihitung partikelnya (ppm).

Dampak Buruk Kabut Asap, Ini 6 Bahaya yang Mengintai Kesehatan Anak
source: https://pontianak.tribunnews.com/amp/2015/09/07/kabut-asap-ancaman-serius-bagi-kesehatan

Dilansir dari Haibunda, menurutnya jika ada kabut dan mempengaruhi jarak pandang, berarti kualitas udara di tempat tersebut buruk. Dalam kabut tersebut terdapat debu, partikel, gas yang bisa masuk ke paru-paru dan berbahaya kesehatan. Partikel-partikel tersebut dalam dunia medis namanya stres oksidatif. Partikel itu berbahaya bagi paru dan organ-organ lainnya. Jika sudah diserap darah berbahaya dan bisa masuk ke otak, jantung, dan rahim. Lalu, bagaimana jika partikel tersebut terakumulasi dalam paru?

Menurut dokter spesialis paru yang berpraktik di Omni Hospital Pulomas ini, jika partikel tersebut tertumpuk di paru akan menyebabkan radang kronis. Efek jangka panjangnya kanker paru, penyempitan saluran napas dan fungsi paru-paru yang menurun.

Nah, simak ulasannya untuk mengetahui dampak buruk lainnya akibat kabut asap yang dihirup si kecil ini ya Moms.

1. Sulit bernapas dan kerusakan paru-paru

Anak-anak yang sering menghirup asap di udara dengan konsenntrasi tinggi dapat merusak paru-paru. Penelitian menunjukkan bahwa menghirup kabut asap ini dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kematian akibat penyakit paru-paru seperti infeksi paru-paru terutama pada anak-anak, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), dan kanker paru-paru.

Dampak Buruk Kabut Asap, Ini 6 Bahaya yang Mengintai Kesehatan Anak
source: https://www.grid.id/amp/04166648/hati-hati-anak-sulit-bernapas-mungkin-dia-alami-ini

2. ISPA dan iritasi tenggorokan

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dapat langsung yang bisa dialami si kecil saat menghirup kabut asap. Gejala ini ditandai dengan batuk yang sering kemudian menjadi iritasi pada tenggorokannya. Umumnya keluhan ini berlangsung selama beberapa jam. Namun, efeknya bagi sistem pernapasan manusia bisa berlangsung lama walau gejala sudah menghilang.

baca juga

3. Berdampak pada fungsi jantung

Tak hanya berdampak pada paru-paru, anak yang terpapar kabut asap juga dapat berefek jangka panjang bagi penurunan fungsi jantung. Hal ini karena partikel-partikel yang ada dalam kabut asap berisiko menginfiltrasi aliran darah manusia sehingga dapat berakibat buruk bagi jantung. 

Partikel dalam kabut asap biasanya sangat kecil, yaitu kurang dari 10 mikrometer. Makin kecil ukuran partikel, maka makin besar risiko yang bisa ditimbulkan.

Penelitian juga menunjukkan bahwa paparan kabut asap dalam jangka panjang berkaitan erat dengan meningkatnya risiko penyakit jantung koroner dan penumpukan plak pada pembuluh darah. Hal ini diduga berkaitan dengan proses peradangan yang muncul karena paparan partikel di dalam kabut asap.

Dampak Buruk Kabut Asap, Ini 6 Bahaya yang Mengintai Kesehatan Anak
source: https://pekanbaru.tribunnews.com/amp/2015/10/28/kabut-asap-dikhawatirkan-bisa-memicu-penyakit-jantung-bawaan-anak

4. Iritasi pada mata

Efek buruk kabut asap juga dapat menyebabkan iritasi pada mata, akibat debu dan zat iritatif di dalam kabut asap. Untuk itu, sediakan obat tetes mata yang aman untuk anak-anak dan jangan lupa gunakan mereka kacamata jika bepergian ke luar rumah ya, Moms.

5. Beresiko terkena kanker paru-paru

Efek jangka panjang lainnya dari kabut asap adalah beresiko lebih tinggi terkena kanker paru-paru. Hal ini karena partikel-partikel mengandung zat karsinogen penyebab kanker.

Dampak Buruk Kabut Asap, Ini 6 Bahaya yang Mengintai Kesehatan Anak
source: https://www.ge.com/reports/penyebab-dan-dampak-kabut-asap-di-asia-tenggara/

6. Permasalahan pada kulit

Tak hanya berdampak buruk pada organ dalam saja, kabut asap juga dapat merusak bagian lapisan terluar tubuh si kecil, yaitu kulit. Kabut asap dapat merusak kulit dengan cara menimbulkan iritasi dan peradangan pada jaringan kulit si kecil. Penelitian menunjukkan bahwa kabut asap dapat meningkatkan risiko kanker kulit, memberatnya gejala eksim dan psoriasis.

Perlu Moms ketahui, bahwa efek buruk kabut asap berbeda-beda pada tiap individu. Bayi, anak-anak, dan manula adalah kelompok paling rentan terhadap efek kabut asap. Untuk itu, batasilah kegiatan di luar ruangan ketika kabut asap datang. Jika pun harus beraktivitas di ruang terbuka, usahakan kegiatan yang dilakukan tidak terlalu menguras tenaga. Selain itu, pakailah masker N95 untuk menutup mulut dan hidung si kecil.