Dilansir dari laman detik.com, Pemerintah dan DPR sudah menyepakati adanya revisi UU perkawinan pada hari Kamis tanggal 12 September 2019. Dengan adanya revisi UU perkawinan ini, Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR, Totok Daryanto menghimbau Permerintah untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan bahayanya melakukan pernikahan saat usia masih terbilang terlalu muda. Bahaya pernikahan dini ini ditinjau dari berbagai aspek.

Sebut saja aspek ekonomi. Biasanya, pasangan yang menikah di usia muda belum memiliki pendapatan yang stabil yang bisa digunakan untuk menjalani kehidupan berumah tangga. Banyak pasangan muda yang hubungannya berakhir di pengadilan akibat adanya permasalahan ekonomi. Selain itu, emosi yang masih labil juga dapat menimbulkan permasalahan-permasalahan yang sepele, namun berdampak besar terhadap keberlangsungab pernikahan.

Revisi UU Perkawinan, Batas Usia Minimal Nikah Jadi 19 Tahun
source: https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn%3AANd9GcSRhibRm2KoGIs9iyWLWmPCfs1beGmUF7ZPloN-7S829BBTEWUp
"RUU Perkawinan akan disahkan dalam paripurna siang nanti. Hasil pembahasan tingkat I di Baleg menyepakati perubahan Pasal 7 yang mengatur tentang usia boleh kawin laki-laki dan perempuan. Disepakati bahwa batasan usia yang dibolehkan melakukan perkawinan antara laki-laki dan perempuan adalah sama, usia 19 tahun," kata Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR Totok Daryanto, Senin (16/9/2019).
source: https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn%3AANd9GcSRhibRm2KoGIs9iyWLWmPCfs1beGmUF7ZPloN-7S829BBTEWUp

Namun, jika pernikahan dibawah usia minimal 19 tahun tetap harus dilaksanakan, pengadilan memberikan dispensasi kepada calon pengantin dan keluarga dengan syarat harus disertai dengan alasan yang kuat. Pengajuan dispensasi ini harus diajukan oleh orangtua yang bersangkutan dan juga kemudian pengadilan akan memanggil pihak laki-laki dan perempuan secara langsung untuk dimintai penjelasan mengenai alasan ingin menikah dibawah usia yang telah ditetapkan.

Jadi, para orangtua bisa lebih bijak dalam menyikapi adanya revisi undang-undang ini. Pengesahan revisi UU ini dilakukan saat sidang paripurna dibarengi dengan delapan agenda lainnya.

Revisi UU Perkawinan, Batas Usia Minimal Nikah Jadi 19 Tahun
source: https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn%3AANd9GcQxjW7aM1a9pt9z7NoA8eeqYXTfWgQCyqOUGqbBMzbXePEYDQqu
Dispensasi bisa diberikan harus melalui pengadilan yang diajukan oleh orang tua pihak laki-laki dan/atau perempuan. Harus disertai alasan-alasan yang kuat dan pengadilan harus menghadirkan calon laki-laki dan perempuan yang akan melangsungkan perkawinan," ujar Totok.
source: https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn%3AANd9GcQxjW7aM1a9pt9z7NoA8eeqYXTfWgQCyqOUGqbBMzbXePEYDQqu

Demikian beberapa informasi terkait dengan revisi UI perkawinan. Semoga bermanfaat!