Meski bukan orang sakit ibu hamil dalam aktivitasnya lebih terbatas. Hal ini karena kondisinya yang berbeda jauh dengan mereka yang tidak berbadan dua. Jadi harus hati-hati termasuk saat berkendara. Kendaraan bermotor menjadi salah satu kendaraan yang kerap jadi alternatif. Terutama bagi moms yang hidup di kota besar, dan identik dengan kemacetan. Mempersingkat waktu diperjalanan motor sering menjadi  pilihan yang tepat untuk mobilitas sehari-hari. Namun bagaimana dengan moms yang sedang hamil? Bolehkah berkendara atau dibonceng motor. Apa saja resiko yang bisa terjadi ketika moms naik motor saat hamil? Lalu posisi apa yang paling aman untuk moms? Berikut penjelasannya.

Dokter Boy Abidin pada tayangan di chanel Youtubenya @dr Boy Abidin menjelaskan bahwa ibu hamil aman naik kendaraan bermotor, namun wajib memperhatikan hal-hal berikut ini.

Tips Aman Ibu Hamil Naik Motor, Bagaimana Posisi yang Tepat?

Kenali Resiko Saat Naik Motor Untuk Ibu Hamil

  • Berkendara atau dibonceng dengan kendaraan bermotor tentu menimbulkan guncangan yang lebih besar untuk moms yang berbadan dua.
  • Tak ada senderan, moms tentu akan cepat lelah
  • Resikonya kecelakaan pun jauh lebih besar. Untuk itu moms wajib ekstra hati-hati jika harus naik motor.


Ibu Hamil Aman Naik Motor

  • Pastikan fisik moms dalam kondisi sehat.
  • Sudah konsultasi ke dokter dan dinyatakan boleh naik motor saat hamil.
  • Pastikan naik motor secara aman. Moms wajib menggunakan atribut untuk menjamin keamanan. Seperti misalnya helm, masker, kacamata hitam, jaket. Kalau bisa jaket berwarna terang suapaya terlihat pengendara lain secara jelas. Moms juga  bisa menggunakan sarung tangan, dan pakaian yang nyaman. Sepatu tertutup seperti kets lebih dianjurkan moms kenakan ketimbang sendal.
  • Hindari naik motor di malam hari dan di jam-jam sibuk yang umunya jelanan akan lebih padat. Agar moms tidak terlalu lama diperjalanan.
  • Kenali kondisi jalan yang akan moms lewati. Hindari naik motor setelah hujan, karena jalanan licin. Hal ini akan menimbulkan resiko kecelakaan lebih besar. Selain itu, moms juga harus menghindari jalanan berpasir. Hal ini berlaku baik moms berkendara sendiri ataupun dibonceng. Selain itu tekstur jalan yang halus lebih baik dilewati ketimbang yang banyak berlubang. Kondisi ini tentu untuk meminimalisir guncangan pada tubuh moms.
  • Jangan naik motor dengan jarak jauh. Karena ini akan membahayakan ibu hamil. Jadi saat naik motor dan merasa lelah moms harus lekas beristirahat.
  • Ibu hamil yang ingin berkendara atau naik motor sebaiknya di trimester kedua. Boleh saja di trimester tiga, tapi lebih aman di trimester dua. Karena pada trimester tiga Perut semakin besar akan membuat moms mudah lelah dengan duduk di motor tanpa sandaran. Sedangkan pada kehamilan  trimester pertama, umumnya moms masih mengalami mual muntah.
  • Posisi yang aman saat membonceng tentu dengan menghadap ke depan. Posisi ini pas untuk mengatur keseimbangan. Dari pada duduk menyamping. Posisi ini cenderung tidak aman karena moms hanya bertumpu pada satu pijakan. Saat hamil sudah mulai besar akan menimbulkan ketidaknyamanan lebih besar lagi.
  • Jangan lupa jika moms naik ojek online beritahu pengendara bahwa moms sedang hamil. Jadi sang driver bisa menyesuaikan kecepatan dan memilih jalan yang lebih aman.
  • Hindari membawa barang banyak dan berat saat naik motor moms. Agar lebih nyaman dalam berkendara.
Ibu hamil Dilarang Naik motor jika:
  • Ibu hamil yang memiliki gejala flek sebaiknya tidak naik motor
  • Ibu hamil dengan resiko perdarahan, karena letak plasenta seperti previa atau letak plasenta menutupi jalan lahir
  • Moms yang memiliki masalah dengan tulang belakang.
youtube:zKTj1y-JLF0
source: https://youtu.be/zKTj1y-JLF0
HAMIL NAIK MOTOR - NYAMPING atau NGANGKANG (dr Boy Abidin)