Dilansir dari laman Liputan6, data Kementerian Kesehatan RI menyebutkan bahwa per Senin, 16 September 2019, terdapat 16.372 orang terkena Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA). Ngeri ya moms, sudah pasti asap yang pekat ini cukup membahayakan bagi ibu hamil dan bayi.
 
Pemerintah tengah melakukan berbagai usaha untuk segera mengatasi masalah ini. Di samping itu, masyarakat juga mulai melakukan ihtiar dengan menggelah sholat Istisqa. Dengan memohon dan berdoa kepada Allah SWT, diharapkan hujan yang turun dapat membuat asap reda.

Bacaan Doa, Niat dan Tata Cara Shalat Istisqa Untuk Memohon Diturunkan Hujan

Sebelum Melalukan Shalat Istisqa

Moms, sholat Istisqa disunnahkan untuk dilakukan secara berjamaah ketika terjadi musibah berupa hujan yang tak kunjung datang. Karena hendak berdoa, maka sebaiknya kita laksanakan dulu keutamaan yang menjadi sebab turunya pertolongan Allah. Menurut Mahzab Syafi’I, terdapat 3 kebaikan yang hendaknya dilakukan sebelum melaksanakan sholat tersebut, yaitu:

  • Bertaubat dengan sungguh-sungguh (taubat nashuha) dan memperbanyak istigfar, memohon ampun atas segala dosa-dosa.

Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)” (QS. Asy Syuraa: 30)

  • Bersedekah untuk orang miskin, perbaiki pula hubungan atau persengketaan dengan orang lain.
  • Berpuasa selama empat hari berturut-turut. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tiga orang yang do’anya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizalimi.” (HR. Ahmad 2: 305. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih dengan berbagai jalan dan penguatnya)

Bacaan Doa, Niat dan Tata Cara Shalat Istisqa Untuk Memohon Diturunkan Hujan

Tata Cara Shalat Istisqa
 
Shalat Istisqa adalah shalat sunnah. Ustadz Abduh Tuasikal melalui yufid.TV menyampaikan bahwa salat Istisqa dilakukan sebanyak dua rakaat, serupa dengan shalat Id. Kemudian ada pula tambahantakbir setelah bangkit dari sujud. Lebih jelasnya, berikut urutan-urutannya:

  • Pertama, para jama’ah dan imam keluar menuju tanah lapang dengan hati khusu’ betul-betul mengharap pertolongan Allah.

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam keluar menuju lapangan. Beliau meminta hujan kepada Allah dengan menghadap kiblat, kemudian membalikan posisi selendangnya, lalu shalat 2 rakaat” (HR. Bukhari no. 1024)

  • Melaksanakan shalat dua rakaat. Shalat Istosqa bisa dilaksanakan sebelum maupun sesudah khutbah

Dalil yang menyatakan bahwa khutbah dilaksanakan sesudah shalat istisqo ialah hadits Abdullah bin Zaid, “ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah keluar ke tanah lapang dan beliau hendak melaksanakan Istisqo (meminta hujan). Beliau pun merubah posisi rida’nya ketika beliau menghadap kiblat. (Ishaq mengatakan), “Beliau memulai mengerjakan shalat sebelum berkhutbah kemudian beliau menghadap kiblat dan berdo’a”. ”
 

Sementara itu, dalil yang menunjukkan bahwa khutbah boleh dilaksanakan sebelum shalat istisqo’ adalah hadits ‘Abbad bin Tamim dari pamannya (yaitu Abdullah bin Zaid), ia berkata,
 

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar untuk melakukan istisqo’ (meminta hujan). Kemudian beliau menghadap kiblat dan merubah posisi rida’nya (yang semula di kanan dipindah ke kiri dan sebaliknya). Lalu beliau melaksanakan shalat dua raka’at dengan menjahrkan bacaannya .”

  • Pengerjaan shalat Istisqo yaitu pada rakaat yang pertama melakukan takbir tambahan (zawaid) sejumlah tujuh kali. Selanjunya, pada rakaat kedua terdapat takbir tambahan (zawaid) sejumlah lima kali.
  • Bacaan ketika shalat tersebut dikeraskan, sesuai dengan Hadist Riwayat Bukhari no. 1024 yang artinya:

Lalu beliau melaksanakan shalat dua raka’at dengan menjahrkan (mengeraskan) bacaannya.”

baca juga
Bacaan Doa, Niat dan Tata Cara Shalat Istisqa Untuk Memohon Diturunkan Hujan
  • Imam melakukan khutbah di mimbar yang telah disediakan sebelum atau sesudah shalat istisqo’. Ketika itu tidak terdapat adzan maupun iqomah.
  • Imam memperbanyak do’a kepada Allah sambil berdiri menghadap kiblat.
  • Membaca doa Istisqo’, diantaranya yaitu:

اللَّهُمَّ اسْقِ عِبَادَكَ وَبَهَائِمَكَ وَانْشُرْ رَحْمَتَكَ وَأَحْىِ بَلَدَكَ الْمَيِّتَ

Ya Allah, turunkanlah hujan pada hamba-Mu, pada hewan ternak-Mu, berikanlah rahmat-Mu, dan hidupkanlah negeri-Mu yang mati.” 

 

اللَّهُمَّ أَغِثْنَا ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا

Ya Allah, turunkanlah hujan pada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan pada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan pada kami.” 

 
Itulah tadi tata cara melaksanakan shalat Istisqa beserta bacaan doanya. Semoga saudara-saudara kita yang tengah berjuang dari cobaan ini diberi kekuatan dan kesabaran, serta ditingkatkan takwanya dan Allah turukan pertolongan.