Uang Tambahan, Penting Namun Harus Jelas Asal-Usulnya

Dalam situasi ekonomi seperti sekarang ini, adanya uang tambahan tentu menjadi hal yang menyenangkan dan patut disyukuri bagi rumah tangga manapun, terlebih bagi Moms ibu muda yang baru saja membina rumah tangga. 

Apakah tambahan itu berasal dari suami atau dari Moms sendiri yang memilih menjalani peran ganda sebagai ibu rumah tangga sekaligus pekerja maupun pebisnis, keberadaan uang tambahan tentu patut disyukuri. 

Namun, dikutip dari CNBC Indonesia, berdasarkan hasil riset  terkuak bahwa ternyata tak sedikit perempuan yang mengaku tak tahu menahu asal muasal uang tambahan yang diberikan oleh suami. Dalam survei yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 11 hingga 30 Maret 2019, ditemukan kalau istri tak mempertanyakan asal uang tambahan dari suami.

Data menunjukkan peningkatan persentase istri yang tak mempertanyakan asal uang tambahan suami. Jumlahnya naik dari 22,52 persen menjadi 25,56 persen di lingkup keluarga. Survei dilakukan dengan jumlah blok sampel (BS) 1.000 di perkotaan/pedesaan di 33 provinsi dan 1 BS dipilih 10 rumah tangga. Sebagai responden, dipilih kepala rumah tangga atau pasangan dalam satu rumah tangga.

Secara psikologis, sikap tidak mempertanyakan asal muasal uang tambahan ini sebenarnya bisa dilihat melalui dua sudut pandang, antara terlalu percaya atau apatis. Namun, meski demikian keduanya merupakan sikap yang perlu dikoreksi lho, Moms.

Pasalnya, ketika kita tidak tahu menahu asal uang tambahan yang diberikan oleh suami, jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan rumah tangga akan terkena imbasnya juga. Sebaliknya, hal ini juga berlaku untuk Moms yang memiliki penghasilan sendiri. Asal pemasukan rumah tangga sebaiknya juga diketahui oleh suami secara jelas agar rasa percaya satu sama lain tetap terjaga baik.

Mengenai prinsip keterbukaan ini, tak hanya berlaku untuk pemasukan namun juga pengeluaran. Pastikan kedua belah pihak mengetahui secara pasti lalu lintas keuangan dari hulu ke hilir baik berasal dari penghasilan suami maupun penghasilan istri.

Sikap peduli dan proaktif ini merupakan sebuah usaha manajemen finansial yang baik sebab mengedepankan nilai transparansi yang menjadi tonggak utama keutuhan rumah tangga.

Uang Tambahan, Penting Namun Harus Jelas Asal-Usulnya

Uang Bukan Satu-satunya Tonggak Kebahagiaan Rumah Tangga

Situasi finansial yang aman, mapan dan berkecukupan memang merupakan salah satu hal vital yang mempengaruhi kebahagiaan dan ketentraman rumah tangga. Hal inipun dibenarkan oleh psikolog Louis H.Primavera, Ph.D, yang mengatakan bahwa, uang memegang peranan vital dalam kualitas hidup kita. Mereka yang memiliki uang cukup umumnya lebih bahagia, memiliki kesehatan yang lebih baik, umur panjang, dan status yang meningkat. 

Tetapi, komunikasi, keterbukaan dan kerjasama antar pasangan dalam menata finansial yang baik, kuat dan transparan juga menjadi faktor penting penentu keharmonisan rumah tangga. Sebab, rumah tangga dibangun oleh dua pihak yang berkomitmen untuk berjuang bersama, maka kedua belah pihak di dalamnya mesti saling mengetahui keadaan masing-masing dari hal yang besar hingga yang paling kecil, termasuk dalam hal asal penghasilan.

Keterbukaan, termasuk dalam hal finansial, akan menguatkan rasa saling percaya dan saling memahami. Dua hal inilah yang sebenarnya mesti menjadi poin paling mendasar dalam tiap-tiap rumah tangga.

Apalagi dalam kondisi sosial dewasa ini, di mana rasa saling percaya makin sering diuji oleh beredarnya berita-berita miring soal perselingkuhan, kriminalitas, korupsi dan beragam skandal, maka sudah pasti faktor keterbukaan harus menjadi pondasi dalam tiap-tiap rumah tangga agar masing-masing merasa tenang dan aman untuk melanjutkan perjuangan berdua di dalam menjalani biduk rumah tangga.

Uang Bukan Satu-satunya Tonggak Kebahagiaan Rumah Tangga