Donor ASI


Tidak semua ibu memiliki kondisi yang sama terkait ASI. Di antara sekian banyak ibu yang melahirkan bayi, ada sebagian yang dapat memproduksi ASI dengan jumlah yang sangat banyak dan berlimpah. Namun, di sisi lain, ada juga para ibu yang kesulitan karena ASI yang dihasilkan sangatlah sedikit. Karena itulah, muncul gagasan tentang donor ASI yang dapat dilakukan para ibu untuk saling membantu dalam memenuhi kebutuhan gizi bayi.

 

source: https://au.be.yahoo.com/


Akan tetapi, perlu disadari bahwa ada banyak hal penting terkait air susu ibu yang dikonsumsi seorang anak terkait dengan kondisi kesehatan, norma masyarakat, dan aturan agama. Itulah yang menyebabkan dibuatnya prosedur mendasar untuk melakukan donor ASI agar ASI yang didonorkan tetap aman dan baik untuk diberikan pada bayi.

 


Ketentuan Untuk Pendonor ASI

Bagi kamu, para ibu yang ingin ikut serta membantu ibu dan bayi lain dengan mendonorkan ASI, kamu perlu untuk melalui dua tahapan penapisan, yaitu:

Penapisan I

  1. Ibu harus memiliki bayi berusia kurang dari 6 bulan
  2. Ibu berada dalam kondisi sehat dan tidak mempunyai kontra indikasi menyusui
  3. ASI yang diproduksi sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan bayinya sendiri dan bermaksud untuk mendonasikan ASI karena produksi yang berlebih
  4. Ibu sedang tidak menerima transfusi darah ataupun transplantasi organ/jaringan dalam waktu 12 bulan terakhir
  5. Ibu sedang tidak mengkonsumsi obat hormonal, termasuk insulin, hormon tiroid, dan obat-obatan lain yang dapat mempengaruhi kondisi bayi. 
  6. Ibu tidak memiliki riwayat menderita penyakit yang menular, seperti misalnya hepatitis, HIV, atau HTLV2
  7. Tidak memiliki penyakit HIV, HTLV2, hepatitis B/C (termasuk juga penderita hemofilia yang secara rutin melakukan proses tranfusi darah), mengonsumsi obat ilegal, merokok, atau mengonsumsi minuman beralkohol

Penapisan II

  1. Ibu pendonor harus menjalani proses skrining yang mencakup tes HIV, human T-lymphotropic virus (HTLV), sifilis, hepatitis B, hepatitis C, serta CMV (apabila donor akan diberikan pada bayi yang lahir prematur)
  2. Jika ragu dengan status yang dimiliki pendonor, lakukan tes setiap 3 bulan
  3. Setelah melalui proses penapisan yang kedua, ASI ibu pendonor perlu melalui proses pasteurisasi atau pemanasan

 
source: http://www.netralnews.com/


 

baca juga


Proses Pasteurisasi atau Pemanasan ASI

Pasteurisasi Pretoria 

  1. Tuang ASI sebanyak 50-150 ml ke dalam wadah kaca dengan kapasitas 450 ml.
  2. Lalu, tutup wadah yang telah berisi ASI dan letakkan dalam panci berbahan aluminium dengan kapasitas 1 liter
  3. Tuang air mendidih sebanyak 450 ml, diamkan hingga 30 menit.
  4. Pindahkan ASI, diamkan hingga suhu dingin.
  5. ASI siap diberikan kepada bayi atau dapat disimpan di lemari pendingin

 

source: http://doctormums.com/


 


Mutu serta Keamanan ASI

Para pihak yang terlibat, khususnya ibu pendonor, perlu untuk memastikan kondisi ASI yang meliputi mutu serta keamanannya. Dengan kata lain, ibu pendonor perlu memperhatikan detail kebersihan, cara penyimpanan, pemberian, serta pemerahan yang benar :

  1. Saat akan memerah ASI, pastikan kamu sudah mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun hingga bersih
  2. Pastikan lokasi pemerahan dan alat yang digunakan juga bersih dari kontaminasi bakteri dan kuman
  3. ASI hasil perahan harus segera ditempatkan pada wadah tertutup, seperti botol kaca atau kontainer plastik yang terbuat dari bahan polypropylene atau polycarbonate.
source: http://ibudanmama.com/


 

baca juga


Pencatatan

Terakhir, kamu juga perlu mengetahui tentang detai dari bayi yang kamu berikan donor, begitu juga sebaliknya. Hal ini penting sebagai bentuk upaya keamanan dari proses donor ASI itu sendiri. Selain itu, pendonoran ASI yang sesuai dengan aturan agama juga memerlukan data jenis kelamin. Jadi, cermatlah dalam melakukan donor ASI!