Dilansir dari detik, berikut ini pasal-pasal yang menuai kontroversi dari berbagai kalangan:

Daftar Pasal RUU KUHP yang Menuai Kontroversi Hingga Demo, Apa Saja?
source: https://detik.com

Pasal Penghinaan Presiden

Pasal 218 ayat 1 berbunyi:

“Setiap orang yang di muka umum menyerang kehormatan atau harkat dan martabat diri Presiden atau Wakil Presiden dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 tahun 6 bulan atau pidana denda paling banyak Kategori IV.”

Dalam pasal tersebut dijelaskan bahwa jika memberi kritikan tidak termasuk melakukan penghinaan. Namun, pasal ini menjadi kontroversi karena disebut tidak demokrasi dan menghilangkan kebebasan berpendapat.

baca juga

Pasal Aborsi

Pada pasal aborsi dituliskan bahwa semua bentuk aborsi adalah tindakan pidana dan semua yang terlibat dapat dihukum penjara. Namun pasal tersebut kontra dengan pasal kesehatan soal aborsi yaitu pasal 75 UU Kesehatan yang memberikan pengecualian kepada korban perkosaan dan jika terjadi indikasi kedaruratan media sejak awal kehamilan yang membahayakan ibu dan janin.

Semua Persetubuhan Di Luar Pernikahan Dipidana

Pasal 417 ayat 1 berbunyi:

“Setiap Orang yang melakukan persetubuhan dengan orang yang bukan suami atau istrinya dipidana karena perzinaan dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda Kategori II.”

Pasal ini dianggap membatasi hak konstitusional yang bersifat privat oleh beberapa kalangan.

baca juga

Pasal Pencabulan Sesama Jenis

Dalam pasal ini, pencabulan diluaskan maknanya yaitu dapat dilakukan dengan lawan jenis atau sesama jenis, sepanjang dilakukan di tempat umum, maka akan dikenakan sangsi.

Pelaku Kumpul Kebo Dipidana 6 Bulan

Para pelaku kumpul kebo dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 bulan atau denda paling banyak Kategori II, termasuk perempuan yang menginap di tempat laki-laki karena keterbatasan biaya, juga akan terancam pidana.

Hukum Adat

Dalam pasal mengenai hukum adat pada RUU KUHP, menyebutkan bahwa jika terjadi pelanggaran hukum adat wilayah setempat yang tidak tertulis, maka pelaku pelanggaran akan dikenakan sanksi.

Pasal Kecerobohan Memelihara Hewan

Dalam RUU ini, dijelaskan bahwa bagi setiap orang yang tidak mencegah hewan peliharannya dan menyerang manusia atau hewan lain, dapat dikenakan sanksi. 

Selain hal di atas, pemilik hewan juga akan dikenai 6 bulan penjara, apabila:
1. menghasut hewan sehingga membahayakan orang;
2. menghasut hewan yang sedang ditunggangi atau hewan yang sedang menarik kereta atau gerobak atau yang dibebani barang;
3. tidak menjaga secara patut hewan buas yang ada dalam penjagaannya; atau
4. memelihara hewan buas yang berbahaya tidak melaporkan kepada Pejabat yang berwenang.

Demikian beberapa pasal yang menuai kontroversi dari berbagai kalangan. Semoga bermanfaat!