1. Kehamilan Ektopik

Kehamilan ektopik adalah di mana pembuahan sel telur enggak terjadi di dalam rahim, namun di luar rahim. Paling sering di salah satu tuba falopi. Kalau seseorang mengalami kehamilan ektopik, maka akan merasakan nyeri perut dan perdarahan di usia kehamilan 6 sampai 10 minggu. Hal ini disebabkan karena tuba falopi membesar atau membuncit. 

Perempuan yang berisiko besar mengalami kondisi ini adalah mereka yang memiliki riwayat kehamilan ektopik sebelumnya, pernah menjalani operasi panggul, tuba falopi, dan perut. Jika kamu mengalami kondisi ini, maka segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosa dan penanganan tepat ya, Moms!
 

source: https://news.uthscsa.edu


 

baca juga

2. Keguguran

Kamu harus memerhatikan sakit perut yang terjadi di trimester pertama atau awal-awal kehamilanmu. Kenapa? Karena hal itu bisa saja menjadi tanda keguguran. Selain kram, biasanya gejala juga disertai dengan perdarahan. 
 

source: https://completewellbeing.com


 

3. Persalinan Prematur

Nyeri atau sakit perut saat hamil berupa kontraksi dan nyeri punggung yang tidak kunjung hilang, saat kehamilanmu mendekati minggu ke-37, dapat menjadi tanda bahwa kamu akan melahirkan lebih awal atau persalinan prematur.

Kontraksi tersebut bisa disertai ataupun tidak disertai dengan pecahnya air ketuban maupun penurunan janin. Jika kamu mengalami hal ini, maka segera hubungi dokter kandunganmu ya, Moms!
 

source: http://www.independent.co.uk


 

baca juga

4. Abrupsi Plasenta

Plasenta merupakan sumber oksigen dan nutirisi bagi bayi di dalam rahim. Biasanya plasenta menempel di dinding rahim dan tidak terlepas hingga bayi lahir. Tapi, ada beberapa kasus, meski agak jarang, di mana plasenta terlepas dari dinding rahim.

Nah, kondisi ini disebut abrupsi plasenta. Gejala yang kamu rasakan bisa mengalami abrupsi plasenta adalah nyeri perut bagin bawah yang parah, konstan dan cepat sekali memburuk. 

Kondisi ini cukup berbahaya, sehingga dokter akan mengambil tindakan operasi sesar untuk menyelamatkan si bayi. 
 

source: https://www.babycenter.com


 

5. Preeklampsia

Preeklampsia merupakan gangguan kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan tingginya protein dalam urine. Tekanan darah yang tinggi, akan menyempitkan pembuluh darah di rahim yang membawa oksigen dan nutrisi untuk janin.

Alhasil, pertumbuhananya pun melambat bahkan bisa meninggal di dalam rahim. Biasanya gejala preeklampsia yang parah juga disertai dengan rasa sakit pada perut bagian kanan atas, mual, sakit kepala, bengkak dan gangguan penglihatan.
 
source: http://www.aafp.org


 

6. Infeksi Saluran Kemih

Selain rasa sakit seperti terbakar dan berdarah saat buang air kecil, sakit perut juga bisa menjadi tanda kamu sedang mengalami infeksi saluran kemih (ISK). Waspadalah jika mengalami ISK selama hamil karena dapat berkembang menjadi infeksi ginjal. Akibatnya, kamu akan berisiko tinggi mengalami persalinan prematur. 
 

source: http://www.huffingtonpost.co.uk