Apa Pemicu Gas?

Gas berasal dari udara yang Moms telan atau makan dan terjebak dalam saluran pencernaan. Kemungkinan kamu menelan udara bersamaan saat mengunyah permen karet, minum minuman berkarbonasi, menggunakan sedotan untuk diminum dan dengan makan atau minum terlalu cepat. Kondisi medis seperti alergi atau infeksi sinus dan sakit maag berat bisa membuat kamu menelan udara lebih sering dan meningkatkan jumlah gas di sistem pencernaan kamu.

 

source: http://www.the-scientist.com

Kejadian alami bakteri di usus besar merupakan sumber utama gas usus. Sisa dari gas adalah hasil sampingan pencernaan yang normal, ketika bakteri di usus besar kamu menghancurkan makanan yang belum tercerna. Kamu merasa kembung dan sebagian besar gas di perut dilepaskan dengan bersendawa.

Gas usus juga bisa menyebabkan gerutuan, geraman dan suara aneh dan memalukan di perut kamu. Tapi, bila makanan tertentu tidak bisa diserap normal oleh usus kecil, maka bakteri di usus besar akan memproduksi lebih banyak gas dan perlu dilepaskan dari ujung yang lain.

Produk Susu

Salah satu alasannya adalah intoleransi laktosa. Kamu mungkin tidak mengghasilkan cukup enzim laktase untuk memecah laktosa (gula dalam produk susu). Nah, kamu akan sering buang gas bila terlalu banyak mengonsumsi susu, keju atau es krim. Jika kamu menghilangkan produk susu dari asupan harian kamu, pastikan kamu menemukan sumber kalsium alternatif.

source: https://hellosehat.com/
baca juga

Makanan Sulfur

Alasan lain adalah, semakin banyak makanan kaya belerang yang kamu makan, semakin banyak sulfida dan methanethiol (gas berbau berbahaya tapi tajam) akan diproduksi oleh bakteri di usus besar kamu, dan saat buang gas akan berbau busuk. Makanan seperti kembang kol, telur dan daging adalah penyebab gas berbau busuk.

Raffinose Foods

Ditemukan dalam kacang-kacangan, biji-bijian, dan sayuran seperti kol, kembang kol, brokoli, artichoke dan asparagus. Kacang mengandung gula yang sulit untuk dicerna. Ketika gula ini masuk ke usus kamu, bakteri di usus besar kamu akan rusak kemudian menghasilkan banyak gas. Biji-bijian utuh juga menambah brigade makanan produksi gas ini. Makanan ini juga mengandung fruktosa yang ditemukan pada apel, madu, gandum, buah kering, bawang merah dan daun bawang, dan ditemukan dalam minuman soda, minuman buah, dan apapun yang mengandung sirup jagung fruktosa tinggi.

baca juga

Makanan/Minuman Berminyak dan Berlemak

Gandum, jagung, kentang dan makanan kaya serat seperti dedak gandum, kacang polong. Kanji yang ditemukan dalam nasi dan dedak gandum baik-baik saja karena kamu akan lebih banyak serat dalam makanan kamu. Meskipun lemak tidak menyebabkan gas seperti itu, lemak ini cenderung memperlambat laju pencernaan kamu sehingga menghasilkan lebih banyak gas. Minuman berkarbonasi seperti soda, pops, seltzer, mineral atau minuman yang dipermanis dengan sorbitol dapat berkontribusi pada peningkatan gas.

source: http://sukarto.com

Permen dan Bubble Gums

Jika kamu terbiasa mengunyah permen karet atau mengisap permen, maka berhati-hatilah karena memungkinkan lebih banyak udara untuk ditelan, yang bisa menyebabkan kembung dan gas.

source: http://cara.co.id/