1. Casein atau Whey

Ada dua jenis protein dalam susu sapi yang dapat menyebabkan reaksi
alergi, Casein, yang ditemukan dalam bagian padat susu yang beku dan
Whey, yang ditemukan dalam bagian cair susu yang tersisa setelah susu
beku. Anak Moms mungkin memiliki alergi hanya terhadap satu protein
susu atau keduanya. Protein ini tidak hanya terdapat pada susu, tetapi
juga pada makanan. Sebagai tambahan, kebanyakan dari mereka yang
memiliki reaksi terhadap susu sapi juga alergi terhadap susu domba,
kambing dan kerbau. Mereka yang memiliki alergi terhadap susu sapi juga
dapat memiliki alergi terhadap susu kedelai.

source: https://www.youtube.com

2. Intoleransi Laktosa

Alergi susu berbeda dengan intoleransi protein susu dan intoleransi
laktosa. Intoleransi atau ketidakmampuan tubuh menerima suatu zat tidak
berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh serta memiliki gejala dan
pengobatan yang berbeda dengan alergi susu.

source: https://www.enfa.co.id
baca juga

3. Gangguan Sistem Kekebalan Tubuh

Alergi susu adalah sejenis alergi makanan yang disebabkan oleh adanya
gangguan pada sistem kekebalan tubuh penderita yang menganggap suatu
kandungan pada protein, dalam hal ini adalah susu, sebagai zat yang
berbahaya. Peringatan ini kemudian memicu sistem kekebalan tubuh untuk
memproduksi antibodi immunoglobulin E untuk menetralkan alergen
tersebut. Proses ini menghasilkan pelepasan histamin dan zat kimia lain
di dalam tubuh yang kemudian menyebabkan munculnya gejala-gejala alergi
susu tertentu.

source: http://www.solusisehatku.com/

Tips Mengatasinya

Jika anak Moms memiliki penyakit alergi, konsultasikan dengan dokter
untuk memastikan hal itu. Jangan memberi susu sapi dan produk susu pada
bayi selama seminggu atau lebih, kemudian coba dikasih lagi untuk
melihat apakah gejala-gejalanya datang kembali.  Ini merupakan cara
terbaik untuk mebuktikan apakah anak Anda benar-benar alergi terhadap
susu sapi- tapi ini hanya boleh dilakukan dengan bantuan dokter karena
makanan olahan susu adalah sumber nutrisi yang sangat baik dan penting
untuk bayi jika tidak diberi maka harus ada alternatif lain sebagai
pengganti.

Ada formula khusus yang tersedia untuk bayi yang dapat diresepkan oleh
dokter. Formula ini mungkin memiliki aroma tidak menyenangkan bagi
orang dewasa, tapi bayi yang membutuhkan dapat menerimanya dengan cukup
baik. Jika anak bunda minum ASI, bunda jangan minum susu sapi atau
makanan susu selama setidaknya satu minggu. Untuk dapat terus melakukan
hal ini perlu saran dari ahli gizi atau dokter untuk memastikan bahwa
bunda mendapatkan jenis makanan yang dibutuhkan sebagai pengganti susu.
Untungnya bayi dengan alergi susu sapi biasanya tidak alergi lagi
setelah satu atau dua tahun, sehingga mereka bisa makan makanan yang
sama seperti anak-anak lainnya.

source: https://perawatanbayi.com/