1. Hindari Kebiasaan Mengawasi Anak

Moms, Yuk Latih Anak Berpikir Kritis Sejak Dini dengan 5 Cara Ini!
source: https://www.childinthecity.org/

Berada selalu di dekat anak-anak dan mengawasinya setiap saat, baik itu saat ia bersiap untuk melompat atau mengeksplor banyak hal ternyata dapat menghambat perkembangan anak untuk bisa berpikir dengan lebih kritis.

Hentikan kebiasaan mendemonstrasikan cara yang "benar" untuk melakukan sesuatu karena itu dapat menghilangkan peluang apa pun yang mungkin mereka miliki untuk mengembangkan ide-ide kratif dan inovatif di otak dengan memikirkan masalah sendiri.


2. Biarkan Anak Mengeksplorasi Dunianya

Moms, Yuk Latih Anak Berpikir Kritis Sejak Dini dengan 5 Cara Ini!
source: https://www.googleapis.com/

Mundur dan percayakan anak-anak untuk menemukan jalan dan solusi melalui perjuangan mereka sendiri. Hal ini penting sebab setiap kali mereka harus berpikir untuk menyelesaikan masalah mereka sendiri, koneksi sel-sel otak baru akan terbentuk. Semakin sering mereka mengalami masalah, mencoba solusi, dan menemukan hasil yang gagal dan berhasil, semakin efisien jalur tersebut.

baca juga


3. Jangan Mendikte Anak

Moms, Yuk Latih Anak Berpikir Kritis Sejak Dini dengan 5 Cara Ini!
source: https://www.theconversation.com/

Jawaban atas masalah anak memang akan sangat tampak jelas bagimu sebagai orang dewasa. Ini sangat wajar mengingat Mommy memang sudah hidup lebih lama, memiliki lebih banyak pengalaman, dan dapat dengan mudah memikirkan jawaban atas dilema anak.

Namun, mendikte anak dengan solusi tidak akan mengembangkan perkembangan berpikir kritisnya. Jadi biarkan mereka menghabiskan waktu untuk mencari solusi. Kemampuannya ini akan semakin baik dan berkembang seiring berjalannya waktu.


4. Tingkatkan Empati pada Anak

Moms, Yuk Latih Anak Berpikir Kritis Sejak Dini dengan 5 Cara Ini!
source: https://sg.theasianparent.com/

Daripada membocorkan solusi, beri simpati pada anak saat mereka tampak kesulitan menghadapi permasalahannya. Bagian otak yang memproses logika dan penalaran akan menjadi sulit berfungsi saat ia sedang emosi. Itulah sebabnya, saat anak dapat melepaskan komponen emosional dari masalahnya (kemarahan, kebingungan, frustrasi, dll.), otaknya kemudian akan dapat mengakses bagian "rasional" dan bekerja lebih sistematis untuk menyelesaikan masalah dan menemukan solusi.

Jadi dengarkan dulu, bukan dengan maksud memberikan jawaban, tetapi dengan maksud untuk berusaha memahami. Selanjutnya, ia akan dapat menemukan jawabannya sendiri.

baca juga


5. Bertanyalah pada Anak

Moms, Yuk Latih Anak Berpikir Kritis Sejak Dini dengan 5 Cara Ini!
source: https://www.womeninapologetics.com/

Terakhir, buatlah anak-anak memikirkan pilihan dan tindakan mereka terkait dengan masalah dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang apa yang terjadi. Pertanyaan-pertanyaan tersebut seperti:

  • Bagaimana menurutmu?
  • Apa yang akan terjadi jika ...?
  • Apa yang membuatmu mengatakan itu?
  • Apa yang akan kamu lakukan?
  • Apa idemu?
  • Apa yang paling masuk akal bagimu?
  • Bagaimana kamu memperbaikinya?
  • Apakah kamu akan melakukan sesuatu yang berbeda?
  • Apakah ada cara lain yang akan berhasil?
Pertanyaan-pertanyaan ini akan melatih kemampuan berpikir dan analisisnya lebih baik lagi. Jadi, jangan sepelekan respon-respon sederhana ini untuk melatih anak berpikir lebih kritis.