Masalah kesehatan yang dialami ibu dengan janin kembar

Berkaca dari Ibel, panggilan akrab Irish Bella pada pertengahan kehamilan ia sudah mengalami pendarahan. Dilansir dari Haibunda, ibu yang hamil bayi kembar mengalami pendarahan di awal kehamilan. Hampir 30 persen ibu hamil bayi kembar pernah mengalami pendarahan. Bahkan, sebuah studi menemukan kehamilan bayi kembar memiliki risiko keguguran lebih tinggi, dibandingkan dengan hamil bayi tunggal. Hal ini tak terlepas dari risiko komplikasi yang lebih tinggi bagi ibu hamil bayi kembar.

Berkaca dari Irish Bella, Ini Masalah Kesehatan yang Biasa Dialami Saat Hamil Bayi Kembar
source: https://today.line.me/id/article/Bayi+Kembar+Irish+Bella+Meninggal+Berbagai+Risiko+Hamil+Kembar-raWP6k

Selain itu, berikut ini beberapa masalah kesehatan ibu dengan janin kembar lainnya:

1. Pre-eklampsia

Moms 3 kali lebih berisiko preeklampsia jika Moms hamil dengan anak kembar dibandingkan hamil tunggal. Hal ini disebabkan hamil lebih dari satu bayi memberi tekanan lebih pada plasenta Moms. Suatu survei menemukan bahwa 13% ibu yang hamil anak kembar mengalami kondisi ini.

Pada setiap pemeriksaan kehamilan, bidan Moms akan memeriksa urin dan tekanan darah Moms untuk melihat tanda-tanda preeklampsia. Moms akan disarankan untuk mengonsumsi Aspirin dengan dosis rendah (75 mg) setiap hari dari 12 minggu kehamilan untuk mengurangi risiko tekanan darah tinggi dan pre-eklampsia, jika:

Berkaca dari Irish Bella, Ini Masalah Kesehatan yang Biasa Dialami Saat Hamil Bayi Kembar
source: https://hellosehat.com/kehamilan/kandungan/berbagai-masalah-yang-dihadapi-ibu-hamil-anak-kembar/amp/
  • Ini adalah kehamilan pertama Moms
  • Moms berusia 40 ke atas
  • Moms memiliki keluarga dengan sejarah pre-eklampsia
  • Indeks massa tubuh atau BMI Moms 35 atau lebih
  • Sudah 10 tahun sejak kehamilan terakhir Moms
baca juga

2. Diabetes gestasional

Kelebihan berat badan saat hamil bisa menjadi pemicu diabetes gestasional. Biasanya lebih banyak terjadi di trimester kedua kehamilan. Tapi, penyakit ini akan hilang dengan sendirinya setelah melahirkan.

Diabetes gestasional terjadi ketika tubuh ibu hamil tidak bisa memproduksi insulin secukupnya, untuk memenuhi kebutuhan ekstra selama kehamilan. Diabetes gestasional ini bisa menyebabkan masalah bagi Moms dan bayi selama dan setelah kelahiran. Tapi risiko terjadinya masalah ini bisa berkurang apabila terdeteksi dan dikelola dengan baik.

Berkaca dari Irish Bella, Ini Masalah Kesehatan yang Biasa Dialami Saat Hamil Bayi Kembar
source: https://nakita.grid.id/amp/0211544/8-hal-yang-belum-ibu-ketahui-tentang-diabetes-gestasional

Bidan atau dokter kandungan juga akan menyarankan untuk mengubah gaya hidup agar terhindar dari diabetes gestasional. Makanan sehat dan olahraga teratur menjadi dua cara untuk mencegah terjadinya diabetes gestasional. Mengontrol gula darah tetap stabil akan bermanfaat mempermudah persalinan.

3. Kolestasis obstetri

Kolestasis Obstetri merupakan kondisi tidak normal yang mempengaruhi hati (liver). Diduga, hal ini disebabkan oleh hormon estrogen dan progesteron. Ibu hamil bayi kembar lebih berisiko mengalami kolestasis obstetri. Hal itu disebabkan karena kadar hormon yang lebih tinggi dibandingkan ibu hamil bayi tunggal. 

Berkaca dari Irish Bella, Ini Masalah Kesehatan yang Biasa Dialami Saat Hamil Bayi Kembar
source: https://id.theasianparent.com/gatal-gatal-saat-hamil/amp

Kolestasis obstetri menyebabkan tubuh gatal tanpa ruam. Kondisi ini dapat memburuk di malam hari. Jika Moms mengalami gatal-gatal, terutama pada tangan dan kaki, segera datang ke dokter atau bidan ya.

baca juga

4. Bayi lahir prematur

Berkaca dari Irish Bella, Ini Masalah Kesehatan yang Biasa Dialami Saat Hamil Bayi Kembar
source: https://amp.suara.com/health/2019/03/12/064000/bayi-kembar-yang-lahir-prematur-ini-berpelukan-seusai-27-hari-terpisah

Komplikasi yang serius jarang terjadi pada ibu hamil bayi kembar. Kasus yang umum terjadi justru kelahiran prematur. Bayi tunggal lahir normal pada usia kehamilan 40 minggu. Sedangkan, bayi kembar dua lahir pada minggu ke 37, dan bayi kembar tiga lahir pada minggu ke 35. Lebih dari setengah bayi kembar lahir di usia kehamilan kurang dari 37 minggu dan 10 persen lahir di usia kehamilan kurang dari 32 minggu.

5. Anemia

Ibu hamil anak kembar memiliki risiko anemia lebih besar 2 kali dibandingkan dengan ibu yang hamil tunggal. Anemia disebabkan oleh kadar zat besi dalam darah yang rendah sehingga meningkatkan aliran darah. 

Berkaca dari Irish Bella, Ini Masalah Kesehatan yang Biasa Dialami Saat Hamil Bayi Kembar
source: https://hellosehat.com/pusat-kesehatan/anemia/penyebab-anemia-pada-ibu-hamil/amp/

Kehamilan menyebabkan jumlah aliran darah meningkat. Untuk mencegah anemia pada ibu hamil, sebaiknya Moms konsumsi makanan yang mengandung zat besi, seperti daging merah, sayuran berdaun hijau, dan sereal yang difortifikasi. Konsumsi suplemen zat besi (tablet tambah darah) juga diperlukan ibu hamil untuk mencegah anemia.

6. Morning sickness yang lebih parah

Salah satu hal yang menyebabkan morning sickness atau mual di pagi hari adalah tingginya human chorionic gonadotropin (hcg). Pada kehamilan kembar hormon hcg akan lebih tinggi, sehingga ibu berkemungkinan merasakan mual dan muntah lebih tinggi di trimester pertama.

Berkaca dari Irish Bella, Ini Masalah Kesehatan yang Biasa Dialami Saat Hamil Bayi Kembar
source: https://www.parents.com/pregnancy/my-body/morning-sickness/15-tips-for-dealing-with-morning-sickness/

Sebagian besar mual di pagi hari mereda dalam 12-14 minggu kehamilan anak kembar. Ibu juga akan meradakan lebih banyak sakit punggung, selit tidur, dan mulas daripada yang hamil anak tunggal.

Berikut tadi beberapa masalah kesehatan yang biasa terjadi pada kehamilan kembar. Karena hamil bayi kembar lebih berisiko mengalami komplikasi yang berbahaya bagi ibu dan janin, ada baiknya Moms lebih ekstra memerhatikan kesehatan. Moms bisa melakukan pemeriksaan rutin ke dokter atau bidan, serta menerapkan pola hidup yang lebih sehat.