1) Berikan ASI ekslusif selama 6 bulan

Kalau kamu ingin bayimu tumbuh dengan sehat dan tidak gampang jatuh sakit, maka berikan ia ASI sejak lahir. Kalau persalinanmu berjalan lancar dan bayi lahir sehat, maka kamu sudah bisa memberikan ASI setelah satu jam kelahiran. Jika ASI-mu belum keluar, jangan lantas menyerah ya. Mintalah bantuan konselor laktasi di rumah sakit tempatmu bersalin untuk mengajarimu merangsang payudara agar ASI keluar. Lanjutkan pemberian ASI selama 6 bulan, dan hindari memberikan cairan meski air putih sekalipun.

source: http://herb.co/2016/03/13/breastfeeding-and-marijuana-a-touchy-subject/


 

2) Belajar menggendong bayi yang benar

Bayi sangat menikmati digendong oleh orang yang dikenalinya lho, ladies. Jadi setelah jadi new mom, hal yang sangat wajib kamu pelajari adalah cara menggendong bayi dengan benar. Otot leher dan motorik bayi masih sangat lemah, sehingga kamu perlu ekstra hati-hati ketika mengangkat tubuhnya. Menggendong bayi bermanfaat untuk bonding, tapi jangan melakukan terlalu sering, karena malah menghambat perkembangan kemampuan motoriknya. Selain itu, jangan sampai salah menggendong dan malah mengguncangnya.

source: https://www.tesco-baby.com/baby/family-life-baby/top-tips-first-week-back-home/


 

baca juga

3) Kenali macam-macam tangisan bayi

Bayi mengekspresikan hal-hal yang ia rasakan lewat tangisan. Jadi, kamu sebagai ibunya harus tahu arti dari tangisan bayimu. Biasanya para ibu akan menangkap arti tangisan bayi berdasarkan naluri seorang ibu. Tangisannya akan berbeda saat merasa lapar, takut, cemas, masuk angin, dan kolik. Untuk menambah pengetahuanmu, sebaiknya rajin-rajinlah membaca dan browsing untuk mencari informasi mengenai tipe dan arti tangisan bayimu.

source: https://www.tesco-baby.com/baby/sleeping/what-do-i-do-if-my-baby-cries-at-night/


 

4) Jaga kebersihan tubuh dan organ genitalnya

Saat lahir, bayi belum perlu dimandikan. Kamu cukup membersihkan tubuhnya dengan kain lembut dan air suam-suam kuku. Kebersihan mata, telinga dan hidung bayi juga perlu diperhatikan. Yang juga tidak kalah penting adalah menjaga kebersihan organ genitalnya. Cara membersihkan kelamin bayi perempuan dan laki-laki berbeda lho, Ladies. Setiap bayi selesai buang air kecil dan buang air besar, kamu harus pastikan tidak ada sisa-sisa kotoran yang menempel pada bokong maupun sekitar kelaminnya.

source: http://dermatocare.blogspot.co.id/2013/09/child-skin-care-focus-genital-area.html


 

baca juga

5) Utamakan kesehatannya dengan menaati jadwal imunisasi

Ada 5 jenis imunisasi yang wajib diterima oleh bayi untuk menjaganya dari virus, bakteri dan infeksi kuman. Kamu harus tahu imunisasi apa saja dan jadwalnya masing-masing. Untuk bayi berusia di bawah 6 bulan wajib mendapatkan imunisasi BCG, Hepatitis B dan Polio.

source: http://www.newhealthadvisor.com/Vaccination-Chart-for-Babies-in-India.html


 

6) Jangan membawanya ke tempat ramai sebelum usianya lewat dari 40 hari!

Sistem imun atau kekebalan tubuh bayi belum berkembang dengan sempurna, sehingga mudah sekali jatuh sakit dan tertular penyakit. Untuk menghindarinya, kamu harus melindungi bayimu dengan tidak membawanya keluar rumah, di mana virus dan bakteri berkumpul. Tempat-tempat itu seperti mal, kebun binatang, dan tempat ramai lainnya. Tunggulah sampai bayi berusia lebih dari 40 hari untuk boleh kamu bawa keluar rumah.

source: http://gnarlytreephotography.com/jungle-boy/


 

7) Berikan stimulasi untuk membantu tumbuh-kembangnya

Setiap bulannya, bayi mengalami tahapan perkembangan. Misalnya di usia 1-3 bulan sudah melakukan kontak mata, usia 3-4 bulan sudah bisa tengkurap dan mengangkat kepala di usia 4 bulan. Untuk membantu tumbuh-kembangnya menjadi maksimal, berikan stimulasi setiap saat. Stimulasinya mudah saja kok, misalnya dengan bermain ci luk ba, menyanyikan lagu, mengajaknya bermain-main, memutarkan musik dan lain-lain.

source: http://www.parents.com/baby/care/newborn/what-to-expect-babys-first-week/

Itu dia cara merawat bayi 0-6 bulan, semoga bermanfaat!