Melansir dari Haibunda, dalam teknologi reproduksi berbantu seperti In Vitro Fertilization (IVF) atau bayi tabung, dikenal istilah superovulasi yaitu obat yang diinduksikan untuk memproduksi banyak telur. Jika biasanya wanita hanya memproduksi satu telur saat ovulasi, dengan superovulasi bisa menghasilkan lebih dari satu telur yang kemudian akan diambil dari ovarium.

Melakukan superovulasi memiliki risiko tersendiri yaitu sindrom hiperstimulasi ovarium, torsi ovarium, serta kehamilan kembar. Selain risiko dari superovulasi itu sendiri, juga terdapat risiko dari pemilihan jenis pengobatan yang digunakan (IVF atau IUI) dan juga obat kesuburan yang digunakan.

Mengenal Superovulasi, Cara Hamil Bayi Kembar Beserta Risikonya
source: https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn%3AANd9GcTg5F-bW8ZepauBypS_h9sGjvouv1Di3GG8Hng4nLYO3h_vBfls

Dalam melakukan superovulasi, sangat dibutuhkan peran dokter karena dokterlah yang akan menentukan jumlah telur ideal yang akan diambil untuk dilakukan proses lebih lanjut. Setiap telur yang dihasilkan juga tidak semuanya sehat untuk ditransfer, oleh karena itu dibutuhkan superovulasi untuk meningkatkan peluang keberhasilan hamil kembar.

Salah satu obat yang digunakan saat proses superovulasi yaitu gonadotropin yang dapat merangsang indung telur wanita untuk menghasilkan banyak sel telur. Jika ingin kehamilan kembar, cara ini bisa digunakan karena memiliki peluang yang besar untuk hamil kembar. Peluang kehamilan kembar bisa meningkat 20 persen dengan menggunakan superovulasi.

Mengenal Superovulasi, Cara Hamil Bayi Kembar Beserta Risikonya
source: https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn%3AANd9GcR-f7dXESeLnHZt-JHtMtc9qiWTRXWE21GyJLPjWQqgL261G9lb
baca juga

Superovulasi ini akan lebih baik jika digunakan pada wanita yang masih muda yang berusia dibawah 35 tahun.

”Jika Anda melakukannya pada seseorang yang berusia di bawah 35, atau di bawah 30, dan kesuburannya lebih tinggi, maka Anda meminta masalah. Orang itu atau pasangan itu mungkin tidak membutuhkannya," kata dr.Anthony Cheung, direktur medis dari Grace Fertility Center, dilansir dari Haibunda.

Demikian beberapa informasi terkait dengan superovulasi untuk hamil anak kembar. Semoga bermanfaat Moms!