Sebaiknya Dihindari, Ini 9 Sikap Orangtua yang Bisa membuat Anak Tertekan

Memaksakan Kehendak Terhadap Anak
Biasanya, orangtua merasa pendapatnya selalu benar dan enggan mendengar pendapat si anak. Dalam hal ini mungkin orangtua bermaksud agar anak dapat belajar menjadi disiplin dengan menerapkan peraturan kaku tanpa memberikan penjelasan kepada anak terlebih dahulu. Kenyataannya, hal tersebut malah akan membuat anak merasa sangat diatur dan tidak bisa mengembangkan diri. Sebaiknya, orangtua mendiskusikan berbagai aturan bersama-sama dengan anak sambil menjelaskan secara terperinci mengenai alasan diberlakukannya aturan tersebut.
 
Banyak Melarang Tanpa Penjelasan
Orangtua yang lebih banyak melarang daripada memberitahu apa yang dapat dilakukan oleh anak juga dapat menjadi sikap orangtua yang membuat anak tertekan. Misalnya saja melarang anak bermain di luar rumah. Melarang tanpa memberi penjelasan akan membuat anak tidak memahami maksud orangtua dan justru merasa terkekang. Sehingga, anak akan merasa seperti di penjara di dalam rumah dan tidak memiliki teman sebaya.

Sebaiknya Dihindari, Ini 9 Sikap Orangtua yang Bisa membuat Anak Tertekan

Orangtua yang Menuntut Anak Sempurna
Menuntut anak untuk memperoleh hasil yang sempurna, sehingga kurang mengapresiasi usaha anak juga dapat membuat anak merasa tertekan.⠀Misalnya saat anak memberitahukan kepada orangtuanya bahwa ia memperoleh nilai 90 untuk ujian Matematika, orangtua secara spontan langsung menanggapinya dengan bertanya mengapa tidak memperoleh nilai 100. Tentu saja hal tersebut akan menjadi beban anak untuk dapat membanggakan orangtuanya.
 
Suka Membandingkan Anak
Orangtua yang membandingkan anak dengan kakak, adik, saudara, atau bahkan anak tetangga. Hal ini akan menyebabkan anak merasa tidak berharga dan tertekan. Perlu disadari bahwa anak memiliki keunikannya masing-masing. Kelebihan dan kekurangan semua anak itu berbeda-beda. Sangatlah tidak adil bila seorang anak dibandingkan dengan anak yang lain, padahal ia memiliki kelebihannya sendiri.
 
Suka Memberi Label Negatif Pada Anak⠀
Apapun itu, saat sadar ataupun tidak sadar, bila orangtua memberikan label negatif pada anak, seperti nakal, malas, bodoh, dan lain-lain, hal ini bisa mensugesti anak bahwa dia seperti apa yang telah dikatakan orangtuanya dan menjadi kurang percaya diri.⠀
 
Terlalu Keras Dalam Memberikan Sanksi Atau Hukuman
Orangtua terlalu keras memberikan sanksi (punishment) dan tidak diimbangi dengan pujian (reward) yang memadai ataupun tanpa memperhatikan kondisi anak dapat membuat anak sangat terpukul dan tertekan. Sehingga, rawan menimbulkan trauma pada anak. ⠀

baca juga
Sebaiknya Dihindari, Ini 9 Sikap Orangtua yang Bisa membuat Anak Tertekan

Orangtua yang Terlalu Sibuk
Orangtua yang sibuk serta kurang memperhatikan kenyamanan dan kehangatan suasana rumah dapat membuat kondisi di rumah menjadi sangat individualis.  Kesibukan orangtua dan kurangnya waktu dengan anak terkadang dapat membuat jurang pemisah antara anak dan orangtua.
 
Orangtua yang Tidak Perhatian
Sikap orangtua yang seolah tidak peduli dengan kabar anak, jarang komunikasi, dan terkesan cuek akan membuat anak merasa diabaikan.⠀Begitu pula dengan orangtua yang kurang peduli terhadap potensi dan keingintahuan anak, anak sering dianggap sebagai anak kecil yang belum dewasa ketika anak mulai bertanya mengenai sesuatu hal atau permasalahan, ataupun memaksakan kehendak untuk melakukan apa yang bukan menjadi minat anaknya. Hal-hal tersebut dapat membuat anak tertekan.
 
Orangtua yang Bertengkar di Depan Anak
Pertengkaran orangtua dapat membuat anak kehilangan rasa aman dan memunculkan perasaan khawatir orangtua akan berpisah. Pertengkaran di depan anak akan membuat anak berpikir bahwa dirinya adalah masalah bagi kedua orangtuanya, sehingga dapat menjadi beban di dalam hatinya. Sebaiknya, hal bijaksana yang perlu dilakukan jika pertengkaran dilakukan di antara ibu dan ayah saja tanpa melibatkan anak dan menyelesaikannya tanpa diketahui anak.
 
Jadi itulah moms 9 sikap orangtua yang membuat anak tertekan. Jadi, sebaiknya sebagai orangtua moms jangan lakukan hal-hal tersebut, ya. Kasihan tumbuh-kembang si kecil, moms bila merasa tertekan terhadap sikap orangtuanya sendiri. Semoga bisa dimengerti, ya.